<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963</id><updated>2011-11-19T14:51:13.063+07:00</updated><category term='Rasul'/><category term='Shalat'/><category term='Hikmah'/><category term='Motivasi Bisnis'/><category term='Dakwah'/><category term='Intro'/><category term='Motivasi'/><title type='text'>RUSA - Rahmat Untuk Semesta Alam</title><subtitle type='html'>Titik koma ku pelajari - 
Ku bekerja walau memindah duri - 
Perjuangan tak pernah henti - 
Untuk Mu Ilahi Rabbi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-259619224454001969</id><published>2009-12-07T14:05:00.000+07:00</published><updated>2009-12-07T14:06:37.715+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>AIRMATA RASULULLAH SAW...</title><content type='html'>Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.&lt;br /&gt;'Bolehkah saya masuk?' tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,&lt;br /&gt;'Maafkanlah, ayahku sedang demam', kata Fatimah yang membalikkan badan dan&lt;br /&gt;menutup pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan&lt;br /&gt;bertanya pada Fatimah, 'Siapakah itu wahai anakku?'&lt;br /&gt;'Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,'&lt;br /&gt;tutur&lt;br /&gt;Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;menggetarkan.&lt;br /&gt;Seolah-olah bahagian demi! bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.&lt;br /&gt;'Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang&lt;br /&gt;memisahkan pertemuan di dunia.&lt;br /&gt;Dialah malaikatul maut,' kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan&lt;br /&gt;tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah  menanyakan&lt;br /&gt;kenapa &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1260169095_0"&gt;Jibril&lt;/span&gt; tidak ikut sama menyertainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit&lt;br /&gt;dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.&lt;br /&gt;'Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?', tanya Rasululllah&lt;br /&gt;dengan suara yang amat lemah.&lt;br /&gt;'Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.&lt;br /&gt;'Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,' kata Jibril.&lt;br /&gt;Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh&lt;br /&gt;kecemasan. 'Engkau tidak senang mendengar khabar ini?', tanya Jibril lagi.&lt;br /&gt;'Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?'&lt;br /&gt;'Jangan khawatir, wahai Rasul ! Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman&lt;br /&gt;kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat&lt;br /&gt;Muhammad telah berada di dalamnya,' kata Jibril.&lt;br /&gt;Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh&lt;br /&gt;Rasulullah ditarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampak seluruh  tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya&lt;br /&gt;menegang. 'Jibril, betapa sakit &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1260169095_1"&gt;sakaratul maut&lt;/span&gt; ini.'&lt;br /&gt;Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya&lt;br /&gt;menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?'&lt;br /&gt;Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.&lt;br /&gt;'Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,' kata Jibril.&lt;br /&gt;Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak&lt;br /&gt;tertahankan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini&lt;br /&gt;kepadaku, jangan pada umatku.'&lt;br /&gt;Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.&lt;br /&gt;Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera&lt;br /&gt;mendekatkan telinganya. 'Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku'&lt;br /&gt;'peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar pintu  tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.&lt;br /&gt;Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan&lt;br /&gt;telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ummatii,ummatii,ummatiii?' - 'Umatku, umatku, umatku'&lt;br /&gt;Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.&lt;br /&gt;Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?&lt;br /&gt;Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-259619224454001969?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/259619224454001969/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=259619224454001969' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/259619224454001969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/259619224454001969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2009/12/airmata-rasulullah-saw.html' title='AIRMATA RASULULLAH SAW...'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-2962643794248377571</id><published>2009-12-04T16:14:00.002+07:00</published><updated>2009-12-04T16:44:29.310+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Menghadirkan Rasa Takut Kepada Allah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh: Dr. Muhammad Nabil Ghanayim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Kesudahan yang baik hanya bagi orang-orang yang bertakwa. Shalawat, salam, dan berkah semoga tercurah kepada pemimpin hidayah, sebaik-baik orang yang bertakwa, Muhammad saw, kepada keluarga dan para shahabat beliau, bintang-bintang penunjuk dan teladan dalam ketakwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takwa kepada Allah swt adalah sebaik-baik bekal perjalanan hamba dari dunia fana menuju negeri abadi. Allah berfirman, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang berakal&lt;/span&gt;." (Al-Baqarah: 197)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang berakal adalah orang yang menyadarinya (bekal takwa) dan melaksanakannya. Sebab, dia akan menghadapi suatu hari, yang pada hari itu harta dan anak tidak bermanfaat, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan membawa hati yang bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun manusia merasakan nikmat kesehatan, harta, kedudukan dan kekuasaan di dunia, tapi semua nikmat itu akan sirna dan musnah. Setelah itu, manusia akan menghadap Alah dengan hanya membawa amal baik dan buruk. Jika dia ke surga seluas langit dan bumi - yang dipersiapkan untuk orang-orang bertakwa - maka dia mendapat balasan yang ratusan kali lipat lebih baik dibanding ketika di dunia. Atau jika ke neraka, yang bahan bakarnya manusia dan batu - yang dipersiapkan untuk orang-orang kafir- maka dia akan mendapat balasan siksa dan kepayahan ratusan kali lipat lebih buruk lagi dahsyat dibanding ketika di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna takwa, seperti yang dijelaskan shahabat Ali ra, adalah tegak di atas rasa takut kepada Allah, mengamalkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;At-Tanzil&lt;/span&gt; (Al-Qur'an), dan bersiap untuk menghadapi hari akhir. Demikianlah, dengan kalimat yang 'padat' ini beliau menjelaskan pokok-pokok dan rukun takwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut kepada Allah adalah pokok hikmah dan mutiara iman. Hanya orang yang mengetahui Allah dan melaksanakan hak-hak-Nya-lah yang takut kepada Allah. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya, yang takut kepada Alah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama&lt;/span&gt;." (Fathir:28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, takut tanpa amal tidaklah cukup. Hakikat khauf (takut) membangkitkan motivasi beramal; barang siapa takut kepada Allah tentu akan melaksanakan kewajiban dan menjauhi keharaman yang ditetapkan-Nya. Seorang hamba yang khauf, dia akan selalu merasa diawasi dan merasakan kehadiran-Nya. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dia selalu bersama kalian di mana pun kalian berada&lt;/span&gt;." (Al-Hadid: 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik-baik amal adalah yang berdasarkan wahyu Allah; dari Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya. Inilah hakikat bersiap untuk hari akhir (kematian), berpisah dengan dunia (kiamat), pertemuan dengan Allah (perhitungan dan pemaparan amal), dan hari pembalasan (surga atau neraka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan terang-benderanglah bumi (Padang Mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Rabbnya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para Nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil sedang mereka tidak dirugikan. Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan&lt;/span&gt;." (Az-Zumar: 69-70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di Padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa&lt;/span&gt;." (Ibrahim: 48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-2962643794248377571?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/2962643794248377571/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=2962643794248377571' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/2962643794248377571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/2962643794248377571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2009/12/menghadirkan-rasa-takut-kepada-allah.html' title='Menghadirkan Rasa Takut Kepada Allah'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-5831026216892399688</id><published>2009-12-01T22:22:00.001+07:00</published><updated>2009-12-01T22:22:39.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shalat'/><title type='text'>Qiyamul Lail Ditinjau dari Aspek Kesehatan</title><content type='html'>Qiyamul lail itu nikmat, indah, pengalaman ruhiyah (spiritual) tak terlupakan, dan bukti kejujuran cinta seorang hamba kepada Rabbnya. Karena saking asyik dan nikmatnya, Rasulullah saw menjalankannya, hingga kedua kaki beliau bengkak. Sungguh luar biasa! Umar bin Khaththab ra tidak betah hidup di dunia terlalu lama jika tidak ada qiyamul lail. Bahkan, jika dirunut ke belakang, ternyata qiyamul lail adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum umat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda,&lt;br /&gt;"Hendaklah kalian mengerjakan qiyamul lail, karena qiyamul lail itu kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, mendekatkan diri kepada Allah, mencegah dari dosa, menghapus kesalahan-kesalahan, dan mengusir penyakit dari tubuh." (Diriwayatkan At-Tirmidzi dan Al Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw sedikit tidur, namun beliau fit, sehat, dan kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh paling dekat pada zaman kita ialah Hasan Al-Banna. Orang-orang yang sezaman dengannya bercerita tentang pribadinya bahwa ia tidur tidak lebih dari empat jam dalam sehari semalam. Kendati demikian, ia pelita dalam harakah dan segala aktivitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dokter, manusia cukup dengan sedikit tidur. Bahkan, banyak tidur membuat manusia malas. Ini terbukti secara ilmiah, empiris, dan kehidupan nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qiyamul lail mengusir penyakit dari tubuh. Ini termasuk tindakan preventif. Menurut dokter, banyak tidur membuat hati menjadi berhenti (darah membeku).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari: Nikmatnya Qiyamul Lail oleh Bassam Athiyah, MA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-5831026216892399688?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/5831026216892399688/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=5831026216892399688' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/5831026216892399688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/5831026216892399688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2009/12/qiyamul-lail-ditinjau-dari-aspek.html' title='Qiyamul Lail Ditinjau dari Aspek Kesehatan'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-6826460952681963776</id><published>2009-11-30T20:17:00.001+07:00</published><updated>2009-11-30T20:17:35.094+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Gue Penulis, Oke kan?</title><content type='html'>Oleh: Supardi Lee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika saya diundang Mas Gong (Gola Gong, penulis fiksi favorit saya) berkunjung ke rumahnya. Rumah Dunia. Di sana sedang diadakan bedah buku. Buku yang dibedah adalah bukunya Azimah. Ia penulis muda. Baru berumur 12 tahun saat itu. Ia putri penulis terkenal Pipiet Senja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana bedah buku sangat menyenangkan. Rupanya Azimah seorang penulis yang juga penceloteh di atas panggung. Celoteh-celotehannya sangat segar. Peserta bedah buku yang kira-kira 80-an orang sangat gembira. Tidak jarang terdengar gelak tawa yang renyah begitu Azimah mengeluarkan joke-joke segar. Para peserta pun sering kali nyelutuk pada lontaran-lontaran Azimah. Jadilah bedah buku itu suatu obrolan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momen ini sangat berkesan bagi saya. Sebagai penulis, terus terang saya iri. Saya baru mulai menulis ketika usia saya hampir 30-an tahun. Sedang Azimah sudah menerbitkan buku saat berusia 12 tahun. Tapi di sisi lain, saya juga tertantang habis. Masa' saya kalah sama anak kecil 12 tahun. No way, man!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azimah, dalam obrolan itu terlihat sangat pede sebagai penulis. Saya menduga ia sudah menetapkan diri untuk berkarier sebagai penulis buku. Sering kali ia lontarkan: "Gue penulis, man!" Anda pasti merasakan kebanggaan dari kata-kata itu kan. Kebanggaan yang berbeda dengan saya. Kebanggaan  saya sebagai penulis dikalahkan dengan sangat telak oleh harapan finansial dari royalti penulis. Saya  memang merencanakan pensiun dini. Salah satunya dari menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di banyak momen lain, saya justru melihat banyak sekali remaja yang entah mau jadi apa. Sehari-hari mereka ngamen di lampu merah. Untuk yang ini, saya masih berharap mereka mengidolakan Mas Iwan Fals. Lalu berjuang untuk seperti beliau. Sebagian remaja lain, lebih parah lagi. Mereka jadi sapi perahan orang-orang biadab dengan membuat mereka jadi pengemis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-6826460952681963776?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/6826460952681963776/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=6826460952681963776' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/6826460952681963776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/6826460952681963776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2009/11/gue-penulis-oke-kan.html' title='Gue Penulis, Oke kan?'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-597620236547505698</id><published>2009-06-12T17:25:00.003+07:00</published><updated>2009-06-12T17:50:48.070+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Kejarlah Kebajikan Sampai Ke Liang Lahat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/SjIt8zvvPWI/AAAAAAAAAMs/d-nR6Ai5K0g/s1600-h/tilawah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 254px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/SjIt8zvvPWI/AAAAAAAAAMs/d-nR6Ai5K0g/s320/tilawah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346386230348037474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tim Dakwatuna.com&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;dakwatuna.com&lt;/b&gt; - Waktu adalah ladang amal. Allah swt. menyediakannya agar kita menggunakannya sebagai modal penting menggapai ridha-Nya. Keutamaan seseorang di sisi Allah, selain ditentukan oleh keimanan dan amal shalihnya adalah faktor keterdahuluannya dalam keimanan dan amal shalihnya. Tidaklah sama antara orang-orang yang terdahulu masuk Islam -As-Sabiqunal Awwalun- dan orang-orang yang belakangan. Tidak sama antara jamaah yang berada di shaf awal dalam shalat dengan yang berada di barisan paling belakang. Berbeda derajat orang yang hadir di shalat Jumat paling awal dengan yang paling akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Saudaraku…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menyegerakan amal&lt;/b&gt;, itulah ajaran Islam kepada ummatnya. Dalam sebuah kesempatan Rasulullah saw. menasihati para sahabatnya untuk selalu menyegerakan amal saleh, kendati mereka itu manusia-manusia yang teruji keimanannya. Kata Nabi kala itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bersegeralah melakukan amal-amal saleh (kebajikan). (Sebab) sebuah fitnah akan datang bagai sepotong malam yang gelap. Seseorang yang paginya mukmin, sorenya menjadi kafir. Dan seseorang yang sorenya bisa jadi kafir, paginya menjadi mukmin. Ia menjual agamanya dengan harga dunia.” (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pesan Nabi saw. mulia itu juga disampaikan untuk kita. Adakah di antara kita yang selama sehari semalam penuh menjadi seorang mukmin sejati? Bisakah dan mampukah kita selama 24 jam tidak melakukan dosa dan sikap kufur, sekecil apapun kepada Allah Taala? Padahal ketika Allah swt. memberikan waktu 24 jam sehari, transaksinya adalah untuk dipersembahkan kepada Allah swt. semuanya. Pada setiap shalat kita selalu mengumandangkannya kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Al-An’am: 162)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah ketika kita tidak berempati atas nasib kaum lemah dan tertindas adalah bentuk kekufuran terhadap nikmat? Bukankah di saat kita tidur dan bangun tidur tanpa mengingat Allah, tanda kita lupa kepada-Nya? Bukankah lupa adalah bagian dari kekufuran kita kepada Sang Khaliq?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Saudaraku…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya fitnah itu lebih cepat bergerak. Sekali kita membiarkannya maka selanjutnya ia akan bersemayam dan berkembang dalam tubuh kita. Begitu cepat dan samarnya sampai menjadikan orang pindah agama, menggadaikannya dengan sedikit kesenangan dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar jika sampai-sampai Rasulullah saw. mengingatkan para sahabatnya itu, walau Nabi tahu keimanan para sahabat itu tak akan tertandingi oleh orang-orang sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan apa kita menutup pintu fitnah? Ya, dengan &lt;b&gt;amal shaleh&lt;/b&gt;. Apa saja dalam hidup orang beriman bisa menjadi amal kebaikan. Kita membuang sampah pada tempatnya itu amal baik. Berniat tidak bohong itu amal mulia. Mengucapkan salam kepada kawan itu amal yang terpuji. Mendo’akan saudara seiman kendati mereka tak tahu juga amal shaleh. Dan masih banyak lagi amal shaleh, amal kebajikan yang bisa kita lakukan, sekalipun kita tak memiliki sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ قَالَ أَوَ لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang kaya pergi mendapatkan pahala. Mereka shalat sebagaimana kita shalat, mereka puasa sebagaimana kita puasa. Namun mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Rasulullah bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian apa bisa kalian sedekahkan? Sesungguhnya satu tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan pada hubungan (dengan istri) kalian adalah sedekah.” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, apakah seseorang mendatangi istrinya karena syahwatnya, apakah ia mendapatkan pahala?” Beliau bersabda, “Apa menurut kalian kalau dia meletakkannya pada yang haram. Bukankah baginya dosa? Demikian pula jika diletakkan pada yang halal, padanya ada pahala.” (Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. dengan keadilan-Nya memberikan peluang amal kepada masing-masing hamba-Nya. Baik orang miskin maupun kaya, masing-masing memiliki kesempatan yang sama untuk melakukan kebajikan dan mendapatkan ridha Allah. Lebih dari itu, suatu amal tidak dilihat dari kuantitasnya, tapi dilihat dari motivasi dan niatnya. Kualitas amal seseorang tergantung kepada motivasi dan niatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Saudaraku…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi infak seorang buruh sebesar 1000 rupiah, itu sama nilainya dengan infak seorang direktur sejumlah Rp. 1.000.000.000,00. Seorang murid barangkali lebih mulia dengan seorang gurunya, karena si murid lebih sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Sementara sang guru merasa cukup dengan ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyegerakan amal kebajikan tentu akan memberi nilai tambah bagi pelakunya sendiri. Menyegerakan berbuat baik berarti mempercepat dirinya mendapatkan ampunan (maghfirah) dari Allah. Kenapa? Sebab, kita telah berupaya menutup pintu-pintu kemungkaran dan kebatilan. Dengan demikian pula, Allah akan membukakan kebahagiaan, yakni, surga. Itu semua hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang bertaqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Ali Imran:133)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mengapa kita mesti menyegerakan amal?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.     &lt;b&gt; Karena asset waktu yang kita miliki hanyalah saat ini.&lt;/b&gt; Apa yang terjadi nanti dan esok hari kita tidak tahu. Kemarin bukan lagi milik kita, ia telah berlalu dan tidak akan kembali lagi. Kebaikan dan keburukan yang kita kerjakan kemarin tidak bisa kita ulang lagi. Ia menjadi kenangan saat ini. Jika kebaikan, bersyukurlah kita, dan jika keburukan menyesallah bersama orang-orang yang menyesal. Masih beruntung jika kita bersyukur hari ini, bukan saat di mana penyesalan tidak ada artinya lagi. Esok hari juga belum menjadi milik kita, ia ada di alam gaib yang hanya Allah swt. yang tahu. Kita tidak tahu apakah esok hari masih bisa menghirup udara pagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.     &lt;b&gt; Karena amal kita tidak mungkin dikerjakan orang lain.&lt;/b&gt; Masing-masing orang akan datang kepada Allah dengan amal perbuatan yang dikerjakannya sendiri di dunia. Keshalihan orang tua tidak bisa diandalkan anaknya. Seorang suami tidak akan selamat dari murka Allah karena amal perbuatan istrinya. Kita boleh bangga terhadap pemimpin, orang tua, anak, guru, dan suami atau istri kita karena keshalihan mereka. Kebanggaan kita tidak bisa berbicara banyak di hadapan pengadilan Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      &lt;b&gt;Karena kemuliaan derajat seseorang di sisi Allah swt disebabkan oleh kesungguhannya dalam merespon seruan kebajikan dan mengamalkannya.&lt;/b&gt; Orang tua akan senang jika menyuruh anaknya mengerjakan sesuatu lalu dikerjakan segera. Sebaliknya ia akan marah jika si anak menunda-nunda mengerjakannya. Demikian pula Allah Ta’ala. Seruan kebajikan dikumandangkan untuk segera diamalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      &lt;b&gt;Karena setiap waktu ada momentnya sendiri.&lt;/b&gt; Setiap waktu ada tuntutan amalnya. Banyak sekali amal perbuatan yang sangat terkait dengan waktu. Yang ketika waktunya berakhir, berakhir pula kesempatan untuk mengerjakannya. Seperti shalat, puasa, haji, berkurban, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      &lt;b&gt;Kesempatan beramal juga diberikan kepada seseorang pada waktu-waktu tertentu.&lt;/b&gt; Orang kaya diberi kesempatan beramal dengan kekayaannya. Orang berilmu diberi kesempatan beramal dengan ilmunya. Seorang pimpinan diberi kesempatan beramal dengan kekuasannya. Jangan sampai Allah swt. mencabut kesempatan itu dan tidak bisa lagi berbuat. Kesehatan, waktu luang, hidup, masa muda, dan kekayaan adalah kesempatan untuk beramal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Saudaraku…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tidak ada waktu lagi untuk berpikir. Saat inilah waktumu. Segeralah beramal sesuai dengan tuntutan waktunya. Kejarlah kebajikan sampai ke liang lahat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-597620236547505698?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/597620236547505698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=597620236547505698' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/597620236547505698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/597620236547505698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2009/06/kejarlah-kebajikan-sampai-ke-liang.html' title='Kejarlah Kebajikan Sampai Ke Liang Lahat'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/SjIt8zvvPWI/AAAAAAAAAMs/d-nR6Ai5K0g/s72-c/tilawah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-7164355100243466893</id><published>2009-06-01T17:23:00.001+07:00</published><updated>2009-06-01T17:26:41.915+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Jangan Hinakan Nikmat Allah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/SiOs2O28ClI/AAAAAAAAAL8/fR98I8dC_gM/s1600-h/syukur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 237px; height: 268px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/SiOs2O28ClI/AAAAAAAAAL8/fR98I8dC_gM/s400/syukur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342303630692977234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Oleh: Muhammad Nuh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;dakwatuna.com&lt;/b&gt; - Hidup kadang tak ubahnya seperti untaian benang panjang yang punya dua warna. Silih berganti warna itu menghias untaian benang. Ada warna suka, ada duka. Benang akan tampak menarik ketika terhias suka. Dan, akan dibenci ketika warna duka terlalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, sebagian orang kadang lupa bahwa seperti itulah warna kehidupan. Mungkin, keterbatasan rasa manusia yang bahagia ketika suka. Dan sedih ketika duka. Tak jarang, keterbatasan itu pun menggiring pandangannya kepada Pembuat Hidup. Bahwa, suka adalah kemuliaanNya. Dan, duka adalah penghinaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surah Al-Fajr ayat 15 dan 16, Allah swt berfirman, &lt;i&gt;“Ada pun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakanNya dan diberiNya kesenangan, maka dia berkata, ‘Tuhanku telah memuliakanKu. Ada pun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata, ‘Tuhanku menghinakanku.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta takaran kemuliaan dan kehinaan dalam pandangan sebagian manusia berkait dengan seberapa besar anugerah Allah berupa kenikmatan. Semakin kaya seseorang, semakin besar kemuliaan yang ia terima. Dan semakin miskin seseorang, seperti itulah kehinaan yang Allah berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian manusia mungkin merasa sulit untuk menterjemahkan bahwa hidup bukan dua takaran tadi. Teramat sulit buat mereka untuk menggunakan kacamata iman bahwa hidup adalah ujian. Dan ujian tidak melulu melekat pada satu warna. Dalam duka memang ada ujian. Pun, dalam suka ada ujian.&lt;br /&gt;Penjelasannya begitu gamblang ketika Allah swt berfirman dalam surah Al-Anbiyaa ayat 35.&lt;i&gt; “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah Thalut ketika sang komandan ini ingin mendapatkan bukti kualitas pasukannya. Ia tidak ingin para pejuangnya berorientasi hanya pada kesenangan hidup. Dan tidak lagi punya semangat ketika hidup tak lagi mampu memberikan kesenangan. Karena itu, mereka harus diuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian pun dimulai. Orang yang berkualitas biasanya akan menangkap sebuah isyarat tes. Terlebih ketika kisi-kisi tes itu sudah digambarkan begitu jelas: ketika kita melalui sungai, dilarang meminum airnya kecuali dengan cidukan tangan. Penjelasan yang begitu jelas. Tapi, begitulah orang yang tak berkualitas. Penjelasan tinggallah penjelasan. Kelakuan tak juga berubah. Kenyataannya, sedikit sekali dari pasukan itu yang menikmati air sungai dengan cidukan tangan. Selebihnya, larut dalam kenikmatan. (Al-Baqarah: 249)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ketika nikmat Allah diterjemahkan hanya dari satu sisi yaitu kesenangan, di situlah orang terjebak dalam kedangkalan nalarnya sendiri. Mereka akan bersyukur dan berterima kasih kepada Allah, kepada Yang Maha Pencipta, atas segala nikmatNya. Namun, ketika anugerah menempati sisi lain yang tak sesuai harapan, syukur dan terima kasihnya lenyap. Syukurnya menguap bersama kecewanya: Allah menghinakan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, cocok atau tidaknya sebuah harapan dengan kenyataan yang Allah berikan, kalkulasinya begitu luas. Mungkin, kita pernah kecewa ketika kereta yang kita kejar-kejar sehingga harus ditebus dengan lewatnya sarapan pagi, ternyata harus berlalu mendahului kita. Kita kecewa. Padahal, itulah nikmat Allah. Karena, kereta itu ternyata mengalami kecelakaan. Allah menyelamatkan kita dengan sesuatu yang sebelumnya kita anggap mengecewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin pernah kecewa ketika calon suami atau isteri yang selangkah lagi akan syah menjadi pendamping, menyatakan pembatalan sepihak. Kita kecewa. Padahal, di saat itulah Allah sedang memberikan kebaikan. Karena ternyata, beberapa bulan kemudian sang calon meninggal dunia karena penyakit dalam yang kronis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekecewaan-kekecewaan itu mungkin bisa dianggap wajar. Karena ada sesuatu yang belum kita peroleh. Dan sesuatu itu memang mahal. Bahkan, seorang Nabi Musa a.s. pun harus bersusah payah mendapatkan sesuatu itu. Dan sayangnya, ia sempat gagal di tengah jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran itu bisa kita lihat ketika Allah swt mengisahkan dua hambaNya yang mulia: Musa a.s. dan Khidr a.s. Dalam surah Al-Kahfi ayat 65 hingga 82, Allah swt. menggambarkan bagaimana Musa a.s. gagal menangkap maksud tiga tindakan yang tidak menyenangkan Khidr a.s. Yaitu, melubangi perahu-perahu nelayan, membunuh anak kecil, dan menegakkan dinding yang hampir roboh. Padahal, ketiga tindakan Khidr a.s. itu punya maksud yang amat baik. Di situlah Musa a.s. belajar tentang anugerah kebaikan dan keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ridha atas segala sesuatu yang Allah berikan adalah pijakan awal dari lahirnya rasa syukur seorang hamba. Terhadap anugerah apa pun: besar atau kecil. Ridha dengan anugerah yang besar adalah kesiapan diri agar senantiasa menjaga amanah, agar nikmat tidak terselewengkan dalam maksiat. Dan ridha dengan yang kecil adalah kebersihan hati dari buruk sangka atas pemberian Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat Rasul pernah terperanjat ketika malam pertamanya tiba. Ia seperti hampir tak menerima kenyataan wajah isterinya. Ada keraguan terselip di situ. Bahkan, ketidaksukaan pun nyaris mendominasi hatinya. Seolah, hatinya bicara, “Ah, seperti inikah nikmat yang Allah berikan kepada saya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, semua itu sirna seketika saat sang isteri mampu menangkap gelisah itu. Ia langsung membacakan sebuah ayat di surah An-Nisa. &lt;i&gt;“Dan bergaullah dengan mereka (isteri-isteri) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An-Nisa: 19)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ridha menutup segala prasangka, syukur terungkap dengan seketika. Ia muncul dari hati yang dalam. Bersih tanpa pamrih. Lahir dari kesadaran bahwa tak seorang pun yang pernah dan akan memiliki sesuatu. Tak semua kesenangan melahirkan bahagia. Dan tak semua kesusahan membawa celaka. Semuanya pinjaman dari Allah. Dan akan kembali kepada-Nya pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan hinakan nikmat Allah. Syukurilah anugerah Allah apa adanya. Justru, dalam keridhaan dan syukur itulah kenikmatan terasa ganda. Kita tidak sedang menikmati anugerah fisik saja. Melainkan, belaian kasih sayang Allah yang tak hingga. Nikmatilah warna-warni hidup. Karena hidup memang penuh warna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-7164355100243466893?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/7164355100243466893/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=7164355100243466893' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/7164355100243466893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/7164355100243466893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2009/06/jangan-hinakan-nikmat-allah.html' title='Jangan Hinakan Nikmat Allah'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/SiOs2O28ClI/AAAAAAAAAL8/fR98I8dC_gM/s72-c/syukur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-4991639843775462385</id><published>2009-05-20T06:24:00.002+07:00</published><updated>2009-05-20T06:27:25.653+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Menangkap Peluang Kebajikan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/ShNARm_3t_I/AAAAAAAAAL0/gMZE_cxkWZo/s1600-h/sword.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/ShNARm_3t_I/AAAAAAAAAL0/gMZE_cxkWZo/s320/sword.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337680654634563570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 10pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh: Muhammad Nuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Hidup kadang tak ubahnya seperti merawat bunga mahal. Perlu ketelitian dan kesabaran agar bunga tetap indah. Sedikit saja sembrono, bukan saja bunga indah menjadi layu. Tapi, penyakitnya bisa menular ke bunga lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Ada yang gelisah ketika sampai tiga kali Rasulullah saw. menyebut akan datang ahli surga. Dan tiga kali pula orang yang datang selalu dia. Beliau adalah Saad bin Abi Waqash. Kegelisahan pun menjadikan Abdullah bin Umar menyatakan diri ingin bertandang ke rumah Saad.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Satu hari ia bermalam di rumah Saad, tapi hasilnya biasa-biasa saja. Tidak ada ibadah istimewa yang berbeda dengan yang biasa diamalkan para sahabat lain. Hingga lebih dari dua malam, Ibnu Umar terus terang. “Saya cuma ingin tahu, amal istimewa apa yang Anda lakukan hingga Rasul menyebut Anda ahli surga,” begitulah kira-kira ucap putera Umar bin Khathab ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Saad dengan tanpa sedikit pun merasa bangga mengatakan, “Tidak ada perbuatan ibadah saya yang istimewa. Kecuali, tiap menjelang tidur, saya selalu membersihkan hati saya dari hasad, kecewa, dan benci dengan semua saudara mukmin selama pagi hingga malam. &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1242774562_0"&gt;Itu&lt;/span&gt; saja!” Seperti itulah jawaban Saad. Sederhana, tapi istimewa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Berbeda dengan Ibnu Umar, Thalhah pun pernah gelisah. Beliau khawatir kalau sebuah ayat yang baru saja turun berkenaan dengan dirinya. Ayat itu berbunyi, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahui.” (QS. 3: 92)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Soalnya, ada satu kebun kurma subur milik Thalhah yang begitu menambat hatinya. Hampir tiap hari ia berkunjung ke situ. Shalat Zuhur dan Ashar di situ, tilawah dan zikir pun di kebun indah itu. Ia nikmati kicauan burung, dan pemandangan sejuk hijaunya dedaunan kurma.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Menariknya, kegelisahan itu tidak ia tanyakan ke Rasulullah. Tapi, langsung ia infakkan buat jalan dakwah.. Ia nyatakan di hadapan Rasul kalau kebun kesayangannya itu diwakafkan buat kepentingan perjuangan Islam. Subhanallah!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Begitulah para sahabat Rasul. Mereka begitu gelisah ketika diri belum berhasil menangkap peluang kebaikan.. Padahal, peluang itu sudah ditawarkan melalui ayat Alquran yang baru saja turun atau ucapan Rasul. Kegelisahan itu belum akan sembuh hingga mereka benar-benar telah mengambil peluang itu dengan sebaik-baiknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Itulah sikap &lt;em&gt;ihsan&lt;/em&gt; yang dicontohkan para sahabat dalam menata diri. Mereka begitu menjaga mutu amal agar tetap &lt;em&gt;the best&lt;/em&gt;. Selalu terdepan. Tidak heran jika semangat &lt;em&gt;fastabiqul khairat&lt;/em&gt; atau lomba berbuat baik begitu memasyarakat di kalangan sahabat Rasul.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Mereka seperti terbingkai dalam sebuah ayat Alquran tentang generasi pewaris Nabi. Dalam surah Faathir ayat 32. “&lt;em&gt;Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. Lalu, di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.&lt;/em&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1242774562_1"&gt;Sikap&lt;/span&gt; ihsan itulah yang menjadikan para sahabat Rasul selalu punya hubungan harmonis dengan Yang Maha Penyayang, Allah swt. &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1242774562_2"&gt;Hati&lt;/span&gt; mereka begitu terpaut dengan mutu ibadah yang serba terbaik. Tidak heran jika berkah kemenangan selalu memancar di tiap sepak terjang perjuangan mereka. Siapa pun yang mereka lawan. Dan seperti apa pun kendala perjuangan yang mereka hadapi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Begitu pun dalam hubungan muamalah sesama manusia. Mereka tidak sedang menyulam benang vertikal sementara tali horisontal terburai. Hubungan kepada Allah selalu &lt;em&gt;the best&lt;/em&gt;, dan kepada manusia sangat terawat. Tidak ada hubungan dagang, perjanjian, hidup bertetangga yang cacat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Mereka begitu sempurna karena setidaknya ada tiga hal. Pertama, pemahaman dan ketaatan yang begitu utuh terhadap aturan Islam. Mungkin ini wajar karena Islam yang mereka peroleh langsung dari sumbernya yang pertama, Rasulullah saw.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Kedua, kehausan mereka dengan ilmu selalu berdampak pada perubahan dalam diri dan amal di hadapan manusia.. Ini mungkin yang mahal. Mereka belajar Islam bukan buat sekadar &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1242774562_3"&gt;ilmu pengetahuan&lt;/span&gt;. Apalagi, cuma kliping materi. Tapi, benar-benar sebagai penuntun langkah yang segera mereka ayunkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Dan ketiga, adanya keteladanan dari pihak yang sangat mereka hormati. Inilah yang mungkin langka. Tapi, ini pula yang akhirnya menentukan. Membumi tidaknya sebuah nilai di tengah masyarakat sangat bergantung dari sepak terjang pelopornya. Cocokkah antara ucapan dan perbuatan. Jika klop, nilai akan berkembang pesat. Tapi jika sebaliknya, sebuah nilai hanya sekadar kumpulan pengetahuan yang cuma bagus dalam lemari pajangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Allah swt. berfirman, “&lt;em&gt;Katakanlah, ‘Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Maha &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242774562_4"&gt;Suci&lt;/span&gt; Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik&lt;/em&gt;.” (QS. Yusuf: 108)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;‘Aku dan orang yang mengikutiku’. Itulah simbol keteladanan yang berbuah ketaatan dan semangat kerja yang selalu membara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:'Calibri','sans-serif';font-size:11;"  &gt;Dalam hal apa pun, Allah swt. meminta hamba-hambaNya untuk selalu &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:'Calibri','sans-serif';"&gt;ihsan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Termasuk dengan hewan. “Sesungguhnya Allah swt. mewajibkan berbuat baik atas segala sesuatu. Apabila kamu membunuh, hendaknya membunuh dengan cara yang baik. Dan jika menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik: menajamkan pisau dan menyenangkan hewan sembelihan itu.” (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-4991639843775462385?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/4991639843775462385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=4991639843775462385' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/4991639843775462385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/4991639843775462385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2009/05/menangkap-peluang-kebajikan.html' title='Menangkap Peluang Kebajikan'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/ShNARm_3t_I/AAAAAAAAAL0/gMZE_cxkWZo/s72-c/sword.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-3041156295465364499</id><published>2009-03-13T13:25:00.002+07:00</published><updated>2009-03-13T13:26:33.435+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasul'/><title type='text'>Shallu ‘alan Nabiy</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/Sbn8gsT3vII/AAAAAAAAAJs/b2HA01MVxsY/s1600-h/rasul.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 146px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/Sbn8gsT3vII/AAAAAAAAAJs/b2HA01MVxsY/s400/rasul.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312554874040728706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Oleh : KH.Rahmat Abdullah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Tuan fikirkan tentang seorang laki-laki berperangai amat mulia,&lt;br /&gt;yang lahir dan dibesarkan di celah-celah kematian demi kematian&lt;br /&gt;orang-orang yang amat mengasihinya? Lahir dari rahim sejarah, ketika&lt;br /&gt;tak seorangpun mampu mengguratkan kepribadian selain kepribadiannya&lt;br /&gt;sendiri. Ia produk ta’dib Rabbani (didikan Tuhan) yang menantang&lt;br /&gt;mentari dalam panasnya dan menggetarkan jutaan bibir dengan sebutan&lt;br /&gt;namanya, saat muadzin mengumandangkan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1236924661_0"&gt;suara adzan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumahnya tak dijumpai perabot mahal. Ia makan di lantai seperti budak,&lt;br /&gt;padahal raja-raja dunia iri terhadap kekokohan struktur masyarakat dan&lt;br /&gt;kesetiaan pengikutnya. Tak seorang pembantunya pun mengeluh pernah&lt;br /&gt;dipukul atau dikejutkan oleh pukulannya terhadap benda-benda di rumah.&lt;br /&gt;Dalam kesibukannya ia masih bertandang ke rumah puteri dan  menantu&lt;br /&gt;tercintanya, Fathimah Azzahra dan Ali bin Abi Thalib. Fathimah&lt;br /&gt;merasakan kasih sayangnya tanpa membuatnya jadi manja dan hilang&lt;br /&gt;kemandirian. Saat Bani Makhzum memintanya membatalkan eksekusi atas&lt;br /&gt;jenayah seorang perempuan bangsawan, ia menegaskan: “Sesungguhnya&lt;br /&gt;yang membuat binasa orang-orang sebelum kamu ialah, apabila seorang&lt;br /&gt;bangsawan mencuri mereka biarkan dia dan apabila yang mencuri itu&lt;br /&gt;seorang jelata mereka tegakkan hukum atasnya. Demi Allah, seandainya&lt;br /&gt;Fathimah anak Muhammad mencuri, maka Muhammad tetap akan memotong&lt;br /&gt;tangannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari penuh kerja dan intaian bahaya.&lt;br /&gt;Tapi tak menghalanginya untuk –lebih dari satu dua kali- berlomba jalan&lt;br /&gt;dengan Humaira, sebutan kesayangan yang ia berikan untuk Aisyah binti&lt;br /&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1236924661_1"&gt;Abu Bakar&lt;/span&gt; Asshiddiq. Lambang kecintaan, paduan kecerdasan, dan pesona&lt;br /&gt;diri dijalin dengan hormat dan kasih kepada Asshiddiq, sesuai dengan&lt;br /&gt;namanya “si Benar”. Suatu  kewajaran yang menakjubkan ketika dalam&lt;br /&gt;sibuknya ia masih menyempatkan memerah susu domba atau menambal pakaian&lt;br /&gt;yang koyak. Setiap kali para sahabat atau keluarganya memanggil ia&lt;br /&gt;menjawab: “Labbaik”. Dialah&lt;br /&gt;yang terbaik dengan prestasi besar di luar rumah, namun tetap prima&lt;br /&gt;dalam status dan kualitasnya sebagai “orang rumah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah pimpinannya, laki-laki menemukan jati dirinya sebagai laki-laki dan&lt;br /&gt;pada sat yang sama perempuan mendapatkan kedudukan amat mulia. “Sebaik-baik&lt;br /&gt;kamu ialah yang terbaik terhadap keluarganya dan akulah orang terbaik&lt;br /&gt;diantara kamu terhadap keluargaku.” “Tak akan memuliakan perempuan&lt;br /&gt;kecuali seorang mulia dan tak akan menghina perempuan kecuali seorang&lt;br /&gt;hina.” demikian pesannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela 27 kali pertempuran yang digelutinya langsung (ghazwah) atau&lt;br /&gt;dipanglimai sahabatnya (sariyah)&lt;br /&gt;sebanyak 35 kali, ia masih sempat mengajar Al-Qur’an, sunnah, hukum,&lt;br /&gt;peradilan,  kepemimpinan, menerima delegasi asing, mendidik&lt;br /&gt;kerumahtanggaan bahkan hubungan yang paling khusus dalam keluarga tanpa&lt;br /&gt;kehilangan adab dan wibawa. Padahal, masa antara dua petempuran itu tak&lt;br /&gt;lebih dari 1,7 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kisah yang dicatat dalam&lt;br /&gt;hari-harinya selalu bernilai sejarah. Suatu hari datanglah ke masjid&lt;br /&gt;seorang Arab gunung yang belum mengerti adab di masjid. Tiba-tiba ia&lt;br /&gt;kencing di lantai masjid yang berbahan pasir. Para sahabat sangat murka&lt;br /&gt;dan hampir saja memukulnya. Sabdanya kepada mereka : “Jangan, biarkan&lt;br /&gt;ia menyelesaikan hajatnya.” Sang Badui terkagum, ia mengangkat&lt;br /&gt;tangannya, “Ya Allah, kasihilah aku dan Muhammad. Jangan kasihi&lt;br /&gt;seorangpun bersama kami.” Dengan tersenyum ditegurnya Badui tadi agar&lt;br /&gt;jangan mempersempit rahmat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kerap bercengkerama dengan para sahabatnya, bergaul dekat, bermain&lt;br /&gt;dengan anak-anak,&lt;br /&gt;Bahkan memangku balita mereka di pangkuannya. Ia terima  undangan mereka: yang&lt;br /&gt;merdeka, budak laki-laki atau budak perempuan, serta kaum miskin. Ia&lt;br /&gt;jenguk rakyat yang sakit jauh di ujung Madinah. Ia terima permohonan&lt;br /&gt;maaf orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia selalu lebih dulu memulai salam dan menjabat&lt;br /&gt;tangan siapa yang menjumpainya dan tak pernah menarik tangan itu&lt;br /&gt;sebelum sahabat tersebut yang menariknya. Tak pernah menjulurkan kaki&lt;br /&gt;di tengah sahabatnya hingga menyempitkan ruang bagi mereka. Ia muliakan&lt;br /&gt;siapa yang datang, kadang dengan membentangkan bajunya. Bahkan ia&lt;br /&gt;berikan alas duduknya dan dengan sungguh-sungguh ia panggil mereka&lt;br /&gt;dengan nama yang paling mereka sukai. Ia beri mereka kuniyah (sebutan&lt;br /&gt;bapak atau ibu si Fulan). Tak pernah ia memotong pembicaraan orang,&lt;br /&gt;kecuali sudah berlebihan. Apabila seseorang mendekatinya saat ia&lt;br /&gt;shalat, ia cepat selesaikan shalatnya dan segera bertanya apa yang&lt;br /&gt;diinginkan orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari dalam perkemahan tempur ia berkata:  “Seandainya ada&lt;br /&gt;seorang saleh mau mengawalku malam ini”..&lt;br /&gt;Dengan kesadaran dan cinta, beberapa sahabat mengawal kemahnya. Di&lt;br /&gt;tengah malam terdengar suara gaduh yang mencurigakan. Para sahabat&lt;br /&gt;bergegas ke sumber suara. Ternyata ia telah ada disana mendahului&lt;br /&gt;mereka, tegak diatas kuda tanpa pelana, “Tenang, hanya angin gurun,”&lt;br /&gt;hiburnya. Nyatalah bahwa keinginan ada pengawal itu bukan karena&lt;br /&gt;ketakutan atau pemanjaan diri, tetapi pendidikan disiplin dan loyalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummul Mukminin Aisyah ra. berkata: “Rasulullah&lt;br /&gt;SAW wafat tanpa meninggalkan makanan apapun yang bisa dimakan makhluk&lt;br /&gt;hidup, selain setengan ikat gandum di penyimpananku. Saat ruhnya&lt;br /&gt;dijemput, baju besinya masih digadaikan kepada seorang Yahudi untuk&lt;br /&gt;harga 30 gantang gandum.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ia berangkat haji dengan kendaraan yang sangat sederhana dan&lt;br /&gt;pakaian tak lebih harganya&lt;br /&gt;dari 4 dirham, seraya berkata, “Ya Allah, jadikanlah ini haji  yang tak&lt;br /&gt;mengandung riya dan sum’ah.”&lt;br /&gt;Pada kemenangan besar saat &lt;span style="background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1236924661_2"&gt;Makkah&lt;/span&gt; ditaklukkan, dengan sejumlah besar&lt;br /&gt;pasukan muslimin, ia menundukkan kepala, nyaris menyentuh punggung&lt;br /&gt;untanya sambil selalu mengulang-ulang tasbih, tahmid dan istighfar. Ia&lt;br /&gt;tidak mabuk kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapapun sulitnya mencari batas&lt;br /&gt;bentangan samudera kemuliaan ini, namun beberapa kalimat ini membuat&lt;br /&gt;kita pantas menyesal tidak mencintainya atau tak menggerakkan bibir&lt;br /&gt;mengucap shalawat atasnya: “Semua&lt;br /&gt;nabi mendapatkan hak untuk mengangkat doa yang takkan ditolak dan aku&lt;br /&gt;menyimpannya untuk umatku kelak di padang mahsyar nanti.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masyarakat Thaif menolak dan menghinakannya, malaikat penjaga bukit&lt;br /&gt;menawarkan untuk menghimpit mereka dengan bukit. Ia menolak, “Kalau&lt;br /&gt;tidak mereka, aku berharap keturunan di sulbi mereka kelak akan&lt;br /&gt;menerima dakwah ini, mengabdi kepada Allah saja dan tidak&lt;br /&gt;menyekutukan-Nya dengan  apapun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dua kata kunci&lt;br /&gt;ini menjadi gambaran kebesaran jiwanya. Pertama, Allah, sumber kekuatan&lt;br /&gt;yang Maha dahsyat, kepada-Nya ia begitu refleks menumpahkan semua&lt;br /&gt;keluhannya. Ini membuatnya amat tabah menerima segala resiko&lt;br /&gt;perjuangan; kerabat yang menjauh, sahabat yang membenci, dan khalayak&lt;br /&gt;yang mengusirnya dari negeri tercinta. Kedua, Ummati, hamparan akal,&lt;br /&gt;nafsu dan perilaku yang menantang untuk dibongkar, dipasang,&lt;br /&gt;diperbaiki, ditingkatkan dan diukirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Ummati, tak cukupkah semua keutamaan ini menggetarkan hatimu&lt;br /&gt;dengan cinta, menggerakkan tubuhmu dengan sunnah dan uswah serta&lt;br /&gt;mulutmu dengan ucapan shalawat? Allah tidak mencukupkan pernyataan-Nya&lt;br /&gt;bahwa Ia dan para malaikan bershalawat atasnya (QS.Al Ahzab: 56),&lt;br /&gt;justru Ia nyatakan dengan begitu “vulgar” perintah tersebut, “Wahai&lt;br /&gt;orang-orang yang beriman, bershalawatlah atasnya dan bersalamlah&lt;br /&gt;dengan sebenar-benar  salam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma shalli ‘alaihi wa’ala aalih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;Agus Setiawan&lt;br /&gt;http//www.agussetiawan007.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-3041156295465364499?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/3041156295465364499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=3041156295465364499' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/3041156295465364499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/3041156295465364499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2009/03/shallu-alan-nabiy.html' title='Shallu ‘alan Nabiy'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/Sbn8gsT3vII/AAAAAAAAAJs/b2HA01MVxsY/s72-c/rasul.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-4438571690797529597</id><published>2008-12-10T06:31:00.002+07:00</published><updated>2008-12-10T06:34:57.790+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Qurban Terbaik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/ST8Aj7tgdLI/AAAAAAAAAJQ/IE8FdqA9A2c/s1600-h/q.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/ST8Aj7tgdLI/AAAAAAAAAJQ/IE8FdqA9A2c/s400/q.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277937905625494706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sent by: Ust. M. Taufik Zoelkifli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuhentikan mobil tepat di ujung kandang tempat berjualan hewan Qurban.&lt;br /&gt;Saat pintu mobil kubuka, bau tak sedap memenuhi rongga hidungku,&lt;br /&gt;dengan spontan aku menutupnya dengan saputangan. Suasana di tempat itu&lt;br /&gt;sangat ramai, dari para penjual yang hanya bersarung hingga ibu-ibu&lt;br /&gt;berkerudung Majelis Taklim, tidak terkecuali anak-anak yang ikut&lt;br /&gt;menemani orang tuanya melihat hewan yang akan di-Qurban-kan pada Idul&lt;br /&gt;Adha nanti, sebuah pembelajaran yang cukup baik bagi anak-anak sejak&lt;br /&gt;dini tentang pengorbanan NabiAllah Ibrahim &amp;amp; Nabi Ismail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masuk dalam kerumunan orang-orang yang sedang bertransaksi memilih&lt;br /&gt;hewan yang akan di sembelih saat Qurban nanti. Mataku tertuju pada&lt;br /&gt;seekor kambing coklat bertanduk panjang, ukuran badannya besar&lt;br /&gt;melebihi kambing-kambing di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Berapa harga kambing yang itu pak ?" ujarku menunjuk kambing coklat&lt;br /&gt;tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Yang coklat itu yang terbesar pak. Kambing Mega Super dua juta&lt;br /&gt;rupiah tidak kurang" kata si pedagang berpromosi matanya berkeliling&lt;br /&gt;sambil tetap melayani calon pembeli lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Tidak bisa turun pak?" kataku mencoba bernegosiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Tidak kurang tidak lebih, sekarang harga-harga serba mahal" si&lt;br /&gt;pedagang bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Satu juta lima ratus ribu ya?" aku melakukan penawaran pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Maaf pak, masih jauh." ujarnya cuek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menimbang-nimbang, apakah akan terus melakukan penawaran terendah&lt;br /&gt;berharap si pedagang berubah pendirian dengan menurunkan harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Oke pak bagaimana kalau satu juta tujuh ratus lima puluh ribu?" kataku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Masih belum nutup pak " ujarnya tetap cuek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Yang sedang mahal kan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1228865485_0"&gt;harga minyak&lt;/span&gt; pak. Kenapa kambing ikut naik?"&lt;br /&gt;ujarku berdalih mencoba melakukan penawaran termurah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Yah bapak, meskipun kambing gak minum minyak. Tapi dia gak bisa&lt;br /&gt;datang ke sini sendiri. Tetap saja harus di angkut mobil pak, dan&lt;br /&gt;mobil bahan bakarnya bukan rumput" kata si pedagang meledek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati aku berkata, alot juga pedagang satu ini. Tidak menawarkan&lt;br /&gt;harga selain yang sudah di kemukakannya di awal tadi. Pandangan aku&lt;br /&gt;alihkan ke kambing lainnya yang lebih kecil dari si coklat. Lumayan&lt;br /&gt;bila ada perbedaan harga lima ratus ribu. Kebetulan dari tempat&lt;br /&gt;penjual kambing ini, aku berencana ke toko ban mobil. Mengganti ban&lt;br /&gt;belakang yang sudah mulai terlihat halus tusirannya. Kelebihan&lt;br /&gt;tersebut bisa untuk menambah budget ban yang harganya kini selangit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kalau yang belang hitam putih itu berapa bang?" kataku kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Nah yang itu Super biasa. Satu juta tujuh ratus lima puluh ribu&lt;br /&gt;rupiah" katanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat aku menawar, di sebelahku berdiri seorang kakek&lt;br /&gt;menanyakan harga kambing coklat Mega Super tadi. Meskipun pakaian&lt;br /&gt;"korpri" yang ia kenakan lusuh, tetapi wajahnya masih terlihat segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Gagah banget kambing itu. Berapa harganya mas?" katanya kagum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dua juta tidak kurang tidak lebih kek." kata si pedagang setengah&lt;br /&gt;malas menjawab setelah melihat penampilan si kakek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Weleh larang men regane (mahal benar harganya) ?" kata si kakek&lt;br /&gt;dalam bahasa Tegalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" bisa di tawar-kan ya mas ?" lanjutnya mencoba negosiasi juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Cari kambing yang lain aja kek.. " si pedagang terlihat semakin malas&lt;br /&gt;meladeni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ora usah (tidak) mas. Aku arep sing apik lan gagah Qurban taun iki&lt;br /&gt;(Aku mau yang terbaik dan gagah untuk Qurban tahun ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duit-e (uangnya) cukup kanggo (untuk) mbayar koq mas." katanya tetap&lt;br /&gt;bersemangat seraya mengeluarkan bungkusan dari saku celananya.&lt;br /&gt;Bungkusan dari kain perca yang juga sudah lusuh itu di bukanya, enam&lt;br /&gt;belas lembar uang seratus ribuan dan sembilan lembar uang lima puluh&lt;br /&gt;ribuan dikeluarkan dari dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iki (ini) dua juta rupiah mas. Weduse (kambingnya) dianter ke rumah&lt;br /&gt;ya mas?" lanjutnya mantap tetapi tetap bersahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pedagang kambing kaget, tidak terkecuali aku yang memperhatikannya&lt;br /&gt;sejak tadi. Dengan wajah masih ragu tidak percaya si pedagang menerima&lt;br /&gt;uang yang disodorkan si kakek, kemudian di hitungnya perlahan lembar&lt;br /&gt;demi lembar uang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kek, ini ada lebih lima puluh ribu rupiah" si pedagang mengeluarkan&lt;br /&gt;selembar lima puluh ribuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ora ono ongkos kirime tho...?" (Enggak ada ongkos kirimnya ya?) si&lt;br /&gt;kakek seakan tahu uang yang diberikannya berlebih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dua juta sudah termasuk ongkos kirim" si pedagang yg cukup jujur&lt;br /&gt;memberikan lima puluh ribu ke kakek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" mau di antar ke mana mbah?" (tiba-tiba panggilan kakek berubah&lt;br /&gt;menjadi mbah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" &lt;span style="border-bottom: medium none; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1228865485_1"&gt;Alhamdulillah&lt;/span&gt;, lewih (lebih) lima puluh ribu iso di tabung neh (bisa&lt;br /&gt;ditabung lagi)" kata si kakek sambil menerimanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" tulung anterke ning deso cedak kono yo (tolong antar ke desa dekat&lt;br /&gt;itu ya), sak sampene ning mburine (sesampainya di belakang) Masjid&lt;br /&gt;Baiturrohman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;takon ae umahe (tanya saja rumahnya) mbah Sutrimo pensiunan pegawe&lt;br /&gt;Pemda Pasir Mukti, InsyaAllah bocah-bocah podo ngerti (InsyaAllah&lt;br /&gt;anak-anak sudah tahu)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai bertransaksi dan membayar apa yang telah di&lt;br /&gt;sepakatinya, si kakek berjalan ke arah sebuah sepeda tua yang di&lt;br /&gt;sandarkan pada sebatang pohon pisang, tidak jauh dari mobil milikku.&lt;br /&gt;Perlahan di angkat dari sandaran, kemudian dengan sigap di kayuhnya&lt;br /&gt;tetap dengan semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah perasaan apa lagi yang dapat kurasakan saat itu, semuanya&lt;br /&gt;berbalik ke arah berlawanan dalam pandanganku.&lt;br /&gt;Kakek tua pensiunan pegawai Pemda yang hanya berkendara sepeda engkol,&lt;br /&gt;sanggup membeli hewan Qurban yang terbaik untuk dirinya.&lt;br /&gt;Aku tidak tahu persis berapa uang pensiunan PNS yang diterima setiap&lt;br /&gt;bulan oleh si kakek.&lt;br /&gt;Yang aku tahu, di sekitar masjid Baiturrohman tidak ada rumah yang&lt;br /&gt;berdiri dengan mewah, rata-rata penduduk sekitar desa Pasir Mukti&lt;br /&gt;hanya petani dan para pensiunan pegawai rendahan.&lt;br /&gt;Yang pasti secara materi, sangatlah jauh di banding penghasilanku&lt;br /&gt;sebagai ……….&lt;br /&gt;Yang sanggup membeli rumah di kawasan cukup bergengsi.&lt;br /&gt;Yang sanggup membeli kendaraan roda empat yang harga ban-nya saja&lt;br /&gt;cukup membeli seekor kambing Mega Super..&lt;br /&gt;Yang sanggup mengkoleksi "raket" hanya untuk olah-raga seminggu sekali&lt;br /&gt;Yang sanggup juga membeli hewan Qurban dua ekor sapi sekaligus&lt;br /&gt;Tapi apa yang aku pikirkan?&lt;br /&gt;Aku hanya hendak membeli hewan Qurban yang jauh di bawah kemampuanku&lt;br /&gt;yang harganya tidak lebih dari service rutin ku, kendaraanku di dunia&lt;br /&gt;fana. Sementara untuk kendaraanku di akhirat kelak, aku berpikir&lt;br /&gt;seribu kali saat membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Engkau yang Maha Membolak-balikan hati manusia balikkan hati&lt;br /&gt;hambaMu yang tak pernah berSyukur ini ke arah orang yang pandai&lt;br /&gt;menSyukuri nikmatMu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-4438571690797529597?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/4438571690797529597/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=4438571690797529597' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/4438571690797529597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/4438571690797529597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2008/12/qurban-terbaik.html' title='Qurban Terbaik'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/ST8Aj7tgdLI/AAAAAAAAAJQ/IE8FdqA9A2c/s72-c/q.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-6133870192090468839</id><published>2008-12-04T11:08:00.002+07:00</published><updated>2008-12-04T11:16:27.153+07:00</updated><title type='text'>Berbuka bersama ketua MPR (Dikisahkan oleh Ust. Nabiel Almusawa)  Walau kejadiannya sudah lama. berikut kisah dari ustadz kita tercinta Habib Nabiel A</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/STdZDCdKruI/AAAAAAAAAIY/_STLi_sGn08/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 86px; height: 130px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/STdZDCdKruI/AAAAAAAAAIY/_STLi_sGn08/s400/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275783397221510882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berbuka bersama ketua MPR (Dikisahkan oleh Ust.&lt;br /&gt;Nabiel Almusawa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau kejadiannya sudah lama. berikut kisah dari ustadz kita tercinta&lt;br /&gt;Habib Nabiel Almusawa sewaktu berbuka dengan Ust HNW...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Ustadz nabiel, ini romadhan kapan ya ? hehe )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berikut cerita beliau :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BismiLLAAHir RAHMAANir RAHIIM,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yg lalu ana&lt;br /&gt;berkesempatan untuk ikut dalam acara buka bersama dengan Ketua MPR-RI,&lt;br /&gt;DR Muhammad Hidayat Nurwahid, MA di rumah dinasnya comp. Widya Chandra&lt;br /&gt;dg beberapa ikhwah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ana masuk ke rumah dinas beliau tsb, maka dalam hati ana bergumam&lt;br /&gt;sendiri&lt;br /&gt;: Alangkah sederhananya isi rumah ini.. Ana melihat lagi dg&lt;br /&gt;teliti,meja, kursi2, asesori yg ada, hiasan di dinding.. SubhanaLLAH,&lt;br /&gt;lebih sederhana dari rumah seorang camat sekalipun..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ana masuk ke rumah tsb ana memandang ke sekeliling, kebetulan&lt;br /&gt;ada disana Ketua DPR Agung Laksono, Wk Ketua MPR A.M Fatwa, Menteri&lt;br /&gt;Agama, dan sejumlah Menteri dari PKS (Mentan &amp; Menpera) serta&lt;br /&gt;anggota DPR-RI, serta pejabat2 lainnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi2 ana bergumam : Alangkah sederhananya pakaian beliau, tidak ada&lt;br /&gt;gelang dan cincin (seperti yg dipakai teman2 pejabat yg lain disana)..&lt;br /&gt;Ternyata beliau masih ustaz Hidayat yg ana kenal dulu, yg membimbing&lt;br /&gt;tesis S2&lt;br /&gt;ana dg judul : Islam &amp; Perubahan Sosial (kasus di Pesantren PERSIS&lt;br /&gt;Tarogong&lt;br /&gt;Garut)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkenang kembali saat2 masa bimbingan penulisan tesis tsb, dimana ana&lt;br /&gt;pernah diminta datang malam hari setelah seharian aktifitas penuh&lt;br /&gt;beliau sebagai Presiden PKS, dan ada 10 orang tamu yg menunggu ingin&lt;br /&gt;bertemu.. Ana kebagian yg terakhir, ditengah segala kelelahannya beliau&lt;br /&gt;masih&lt;br /&gt;menyapa ana dg senyum : MAA MAADZA MASAA'ILU YA NABIIL..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu&lt;br /&gt;ana pandang kembali wajah beliau, kelihatan rambut yg makin memutih,&lt;br /&gt;beliau bolak-balik menerima tamu, saat berbuka beliau hanya sempat&lt;br /&gt;sebentar makan kurma &amp; air, karena setelah beliau memimpin shalat magrib&lt;br /&gt;terus banyak tokoh yg berdatangan, ba'da isya &amp; tarawih kami semua&lt;br /&gt;menyantap&lt;br /&gt;makanan, tapi beliau menerima antrian wartawan dalam &amp; luar negeri yg&lt;br /&gt;ingin&lt;br /&gt;wawancara..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tdk&lt;br /&gt;terasa airmata ana menetes, alangkah jauhnya ya ALLAH jihad ana&lt;br /&gt;dibandingkan dg beliau, ana masih punya kesempatan bercanda dg keluarga,&lt;br /&gt;membaca kitab dsb, sementara beliau benar2 sudah kehilangan privasi&lt;br /&gt;sebagai pejabat publik, sementara beliaupun lebih berat ujian&lt;br /&gt;kesabarannya&lt;br /&gt;untuk terus konsisten dlm kebenaran dan membela rakyat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah&lt;br /&gt;yg disebut istiqamah itu orang yg bisa istiqamah dlm keadaan di tengah2&lt;br /&gt;berbagai kitab Fiqh dan Hadits seperti ana yg lemah ini.. Adapun yg&lt;br /&gt;disebut istiqamah adalah orang yg mampu tetap konsisten ditengah&lt;br /&gt;berbagai kemewahan, kesenangan, keburukan, suap-menyuap dan lingkungan&lt;br /&gt;yg amat jahat&lt;br /&gt;&amp; menipu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika keluar dari rumah beliau&lt;br /&gt;ana melihat beberapa rumah diseberang yg mewah bagaikan hotel dg&lt;br /&gt;asesori lampu2 jalan yg mahal dan beberapa buah mobil mewah, lalu ana&lt;br /&gt;bertanya pd supir DR Hidayat : Rumah siapa saja yg diseberang itu? Maka&lt;br /&gt;jawabnya : Oh, itu rumah pak Fulan dan pak Fulan Menteri dari beberapa&lt;br /&gt;partai besar.. Dalam hati ana berkata : AlhamduliLLAH bukan menteri&lt;br /&gt;PKS..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pulang ana menyempatkan bertanya pd ustaz Hidayat : Ustaz,apakah&lt;br /&gt;nomor&lt;br /&gt;HP&lt;br /&gt;antum masih yg dulu? Jawab beliau : Na'am ya akhi,masih yg&lt;br /&gt;dulu,tafadhal antum SMS saja ke ana, cuma afwan kalo jawabannya bisa&lt;br /&gt;beberapa hari atau bahkan beberapa minggu, maklum SMS yg masuk tiap&lt;br /&gt;hari ratusan ke ana..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali airmata ana menetes, alangkah beratnya cobaan beliau &amp; khidmah&lt;br /&gt;beliau untuk ummat ini, benarlah nabi SAW yg bersabda bahwa orang&lt;br /&gt;pertama yg&lt;br /&gt;dinaungi oleh ALLAH SWT di Hari Kiamat nanti adalah Pemimpin yg&lt;br /&gt;Adil..&lt;br /&gt;Sambil&lt;br /&gt;berjalan pulang ana berdoa : Ya ALLAH, semoga beliau dijadikan pemimpin&lt;br /&gt;yg adil &amp; dipanjangkan umur serta diberikan kemudahan dlm memimpin&lt;br /&gt;negara ini.. Aaamiin ya RABB..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ust. Nabil Almusawa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-6133870192090468839?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/6133870192090468839/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=6133870192090468839' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/6133870192090468839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/6133870192090468839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2008/12/berbuka-bersama-ketua-mpr-dikisahkan.html' title='Berbuka bersama ketua MPR (Dikisahkan oleh Ust. Nabiel Almusawa)  Walau kejadiannya sudah lama. berikut kisah dari ustadz kita tercinta Habib Nabiel A'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/STdZDCdKruI/AAAAAAAAAIY/_STLi_sGn08/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-2158391315280372636</id><published>2008-07-16T14:49:00.001+07:00</published><updated>2008-07-16T14:51:05.495+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Allah Maha Menjamin Rezeki</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/SH2oUJGRY0I/AAAAAAAAAFc/_gzobXwhhjU/s1600-h/AA.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/SH2oUJGRY0I/AAAAAAAAAFc/_gzobXwhhjU/s400/AA.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223516206812717890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Oleh :  Aa Gym&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;Allah; Zat yang Mahapeka terhadap segala kebutuhan, lintasan hati, harapan, dan keinginan hamba-hamba-Nya. Tidak ada yang luput dalam perhitungan Allah. Pasti, Allah telah mengetahui semuanya. Hanya kepada Allahlah bertumpu segala harapan, tempat bagi kita untuk menyempurnakan segala nikmat, menghapuskan seluruh dosa, dan menyembunyikan setiap aib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, coba kita pikirkan dan merenung; hanya Allahlah, satu-satunya Zat yang menciptakan lambung. Maka itu, Allah sangat mengetahui kebutuhan lambung kita; kapan lapar (membutuhkan makanan). Dialah Allah yang menciptakan rasa lelah, sehingga kita harus istirahat. Maka itu, Allah menganugerahkan rasa kantuk kepada kita. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah Allah yang menciptakan tubuh kita mengeluarkan keringat dan bau-bauan, sehingga kita membutuhkan mandi. Ini berarti, kita membutuhkan rezeki air. Rasanya, kalau kita tidak berkeringat dan bersih terus, kita tidak akan butuh air untuk mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah Allah yang menciptakan suhu yang dingin sehingga kita membutuhkan rezeki berupa baju penghangat. Dialah Allah yang menciptakan hujan deras dan teriknya matahari sehingga kita membutuhkan rezeki berupa rumah untuk berteduh. Di dalam rumah kita bisa aman dari terpaan panas dan cengkeraman dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkanlah, hanya Allah yang menciptakan manusia dan paling mengetahui semua kebutuhan kita. Oleh sebab itu pula, hanya Allahlah satu-satunya Zat yang mampu mencukupi kebutuhan kita, karena Dialah yang tahu persis semua kebutuhan itu, lebih dari kita sendiri. Hanya Allah jugalah yang membuka segala jalan hingga rezeki itu sampai kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan rezeki yang lebih mahal dari semua itu adalah rezeki berupa "makanan" untuk rohani kita. Tidak cukup kita punya sandang, pangan, dan papan kalau hati kita tidak tenteram. Tidak cukup kita punya rumah mewah kalau hati ini tidak tenang. Kita butuh rezeki untuk kalbu kita. Kita butuh karunia Allah yang membuat kita bisa menikmati episode apa pun yang terjadi dalam hidup ini. Kita butuh hidayah dan petunjuk jalan, agar jelas tujuan hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkan terpikir oleh kita, jangan-jangan, kita melangkah setiap hari, tetapi tidak tahu tujuan hidup kita. Sungguh disayangkan. Kita telah hidup sekian lama, akan tetapi kita tidak mengerti apa yang kita jalani selama ini. Lucu, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, kita butuh pembeda (furqan), antara hak dan batil. Kita butuh taufik yang membuat kita bersemangat dalam beribadah, dan ikhlas dalam beramal. Kita butuh hikmah sehingga tersingkap rahasia di balik setiap kejadian yang ada. Kita butuh ketenteraman dari hiruk-pikuk, dari terjadi atau tidak terjadi, atau dari ada dan tiada. Kita butuh rezeki untuk memahami aneka kejadian yang terjadi. Apakah itu? Rezeki berupa mantapnya keyakinan kepada Allah, supaya kita sadar bahwa semua ini milik Allah, bukan milik kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, kita butuh rezeki berupa keyakinan seperti ini. Mengapa? Kalau kita sudah merasa dunia ini milik kita, kita akan banyak takut kehilangan. Kalau kita merasa dunia ini milik seseorang, kita jadi takut tidak kebagian. Kita butuh keyakinan bahwa segalanya milik Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini lebih tinggi dari rezeki lahiriah. Apa artinya makanan enak kalau hati enek (mual)? Apa artinya memiliki rumah yang luas, tapi hatinya sempit? Apa artinya diberi uang yang banyak tapi kalbunya miskin? Apa artinya diberi penampilan yang indah tapi hatinya busuk? Kita membutuhkan kedua-duanya. Lalu, siapa yang mampu memenuhi semua kebutuhan kita ini, selain Allah? Tidak ada, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, saat masyarakat kita masih banyak berada di bawah garis kemiskinan, orang lebih sibuk menjadi pelit, dan sulit bersedekah. Padahal, sungguh Allah akan membagikan rezeki kepada siapa pun yang Dia kehendaki, tanpa batas. Artinya, kalau kita butuh rezeki, mintalah kepada Allah. Lihatlah bayi, ketika rasa lapar menghampirinya, ia menangis, dan mendapat rezeki berupa air susu ibu (ASI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya ketika ia beranjak besar dan menjadi anak-anak, "Mama, lapar!."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ambil sendiri!" kata Ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho, kok sekarang tidak mempan lagi dengan rengekan, dan tangisan lagi seperti dulu? Mengapa? Allah sudah memberinya ilmu, usia, kekuatan, dan pengalaman supaya dia bertemu dengan jatah rezekinya. Pasti, semua makhluk yang Allah ciptakan sudah memiliki rezeki masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, Sahabat! Lihat saja rezeki seekor anak burung elang. Pagi-pagi, ibunya terbang mencari makanan untuk dia dan anak-anaknya. Dengan ketajaman sorot matanya, sebentar saja terbang, sekelebat kemudian menukik, ia menyergap seekor ulat di dahan pohon. Kemudian, ia kembali terbang menuju sarang, menemui anaknya yang memang belum bisa terbang. Maka, bertemulah si anak elang ini dengan rezekinya berupa seekor ulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lainnya, jika kita mengamati rezeki semut. Silakan sembunyikan sepotong kue di dalam laci terkunci, yang tidak diketahui oleh ayah, ibu, dan adik. Jangan kaget kalau tiba-tiba semut mengerumuni kue itu. Mengapa semut bisa tahu letak kue itu? Allahlah yang memberi tahu, melalui syaraf penciumannya yang memang begitu tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan, pada suatu ketika ada seorang ulama yang ingin membuktikan, "Benar tidak sih Allah itu Maha Menjamin Rezeki dan Maha Mencukupi segala kebutuhan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah bukan diri ini tidak yakin kepada-Mu, tapi ya Allah saya ingin tahu bagaimana Engkau menjamin rezeki hamba-hamba-Nya. Saya yakin kepadamu, tapi kalau Engkau tunjukkan jaminan-Mu, saya akan lebih yakin lagi kepada-Mu. Sungguh, saya tidak niat meragukan-Mu. Saya akan pergi ke hutan, dan saya ingin membuktikan apakah Engkau masih menjamin rezeki saya di belantara hutan sana," gumamnya di dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lalu berjalan menyusuri belantara hutan, ketika telah ada di tengah hutan, ia merasa haus dan perutnya terasa lapar. Ia lalu menahannya. Tidak dikira, jauh di rerimbunan pohon dan semak-semak, terlihat ada sekelompok pendaki gunung yang kalau tidak menghindar, pasti berpapasan dengannya. Bersembunyilah ia ke semak-semak. Baru saja masuk semak-semak, hujan turun dengan derasnya sehingga memaksanya untuk masuk lari ke gua yang tepat ada di bawah tebing, di samping tempat persembunyiannya. Larilah si ulama ini ke sana. Ternyata para pendaki pun berlari mencari perlindungannya ke gua yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, gawat nih, kalau begini harus pura-pura pingsan," bisik si ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, pura-pura pingsanlah si ulama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah ada orang pingsan, nih." Para pendaki yang menemukan si ulama yang sedang pingsan di gua sangat kaget, dengan sigap mereka siap-siap memberikan pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan-jangan dia kelaparan, coba periksa mulut dan perutnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, saya akan menutup mulut," bisiknya dalam hati. Maka, dengan sekuat tenaga si ulama ini berusaha mengatupkan mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya nih, mulutnya sampai susah dibuka, mari kita coba buka paksa. Siapkan air dan makanan untuknya," kata para pendaki itu. Maka, dipaksalah si ulama itu untuk bisa minum beberapa teguk air dan mengunyah beberapa potong roti. Allahu Akbar. Sungguh, terlalu bodoh kalau kita ini tidak yakin dengan jaminan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sahabat. Adapun jika ingin terjamin rezeki, Allah telah menjanjikannya. "Wamayyatawakkallah fahua hasbu". [Q.S. At Thalaq (65):3].&lt;br /&gt;Barang siapa yang hatinya bulat, tanpa celah, tanpa ada retak, tanpa ada lubang sedikit pun. Bulat, total, penuh, hatinya hanya kepada Allah, akan dicukupi segala kebutuhannya. Subhanallah. Maka, beruntunglah bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh dan tujuan hidupnya hanya kepada Allah. Hanya Allahlah tujuan dari segalanya. Hanya Allahlah penjamin rezeki setiap hamba-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-2158391315280372636?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/2158391315280372636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=2158391315280372636' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/2158391315280372636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/2158391315280372636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2008/07/allah-maha-menjamin-rezeki.html' title='Allah Maha Menjamin Rezeki'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/SH2oUJGRY0I/AAAAAAAAAFc/_gzobXwhhjU/s72-c/AA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-6652349179862094695</id><published>2008-07-16T14:36:00.001+07:00</published><updated>2008-07-16T14:38:55.178+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Memilih Hidup Sekali Lagi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/SH2leusPFxI/AAAAAAAAAFU/CnZ9BzRJ8SM/s1600-h/AW.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/SH2leusPFxI/AAAAAAAAAFU/CnZ9BzRJ8SM/s400/AW.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223513090167871250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Teacher/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-4.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Teacher/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-5.jpg" alt="" /&gt;&lt;i&gt;Oleh : Andrie Wongso &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Dikisahkan, Tuhan setiap saat mendengar keluh kesah, ketidakpuasan, dan penderitaan dari manusia ataupun dari makhluk lain ciptaan-Nya. Pada suatu ketika, Tuhan ingin sekali tahu bagaimana jika semua makhluk tersebut diberi kesempatan memilih hidup sekali lagi, ingin menjadi apakah masing-masing dari mereka? Maka, Tuhan pun bertanya kepada semua makhluk ciptaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, tikus dengan cepat menjawab, "Jika diberi kesempatan memilih, aku ingin menjadi kucing. Enak jadi kucing, dia bisa bebas merdeka berada di dapur, disediakan makanan, susu, dan dielus-elus oleh manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucing pun dengan sigap menjawab, "Kalau bisa memilih, aku ingin jadi tikus. Kepandaian tikus mengelilingi lorong-lorong rumah membuat orang serumah kewalahan, dan tikus bahkan bisa mencuri makanan yang tidak bisa aku santap. Hebat sekali menjadi seekor tikus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pertanyaan yang sama disampaikan ke ayam, ayam menjawab, "Pasti aku ingin menjadi seekor elang. Lihatlah langit di atas sana, elang tampak begitu perkasa mengepakkan sayapnya yang indah di angkasa luas, membuat semua makhluk iri, ingin menjadi seperti dirinya. Tidak seperti diriku, setiap hari mengais makanan, terkurung dan tidak memiliki kebebasan sama sekali."&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Sebaliknya, si elang segera menjawab, "Aku mau menjadi seekor ayam. Ayam tidak perlu bersusah payah terbang kesana-kemari untuk mencari mangsa. Setiap hari sudah disediakan makanan oleh petani, diberi suntikan untuk mencegah penyakit, dan ayam begitu terlindung di dalam kandang yang nyaman, bebas dari hujan dan panas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pertanyaan yang sama diberikan pada manusia, ternyata perempuan dan lelaki pun memberikan jawaban yang beda. Si perempuan menjawab, "Saya ingin menjadi laki-laki. Pemimpin besar dan yang hebat-hebat adanya pasti di dunia laki-laki,  Menjadi perempuan sangatlah menderita, harus selalu melayani, bertarung nyawa melahirkan anak, kemudian membesarkan mereka, ini adalah pekerjaan yang sangat melelahkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum lelaki pun tak urung ikut menjawab, "Aku mau jadi perempuan. Halus budi bahasanya, tidak perlu bekerja keras menghidupi keluarga, selalu disayang, dilindungi dan dimanjakan. Ingat, tidak ada pahlawan yang lahir tanpa seorang perempuan, surga saja ada di bawah telapak kaki ibu atau perempuan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar semua  jawaban para mahluk ciptaan-Nya, Tuhan pun memutuskan tidak memberi kesempatan untuk memilih lagi. Maka, setiap makhluk akan kembali menjadi makhluk yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang berbahagia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pepatah yang mengatakan, "Rumput tetangga selalu lebih hijau dibandingkan dengan rumput di kebun sendiri." Hal tersebut sejalan dengan kisah di atas. Memang, tak bisa dimungkiri jika manusia kadang justru lebih sering memikirkan kelebihan, kebahagiaan, dan kesuksesan orang lain. Hal ini membuat orang acap kali mengabaikan apa yang sudah dimilikinya. Tak heran, jika pikiran selalu dipenuhi dengan perasaan tersebut, maka hidup akan selalu menderita akibat terbiasa selalu membanding-bandingkan. Padahal, tahukah kita jika orang yang kita pikirkan justru mungkin berpikir sebaliknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dengan mampu menerima dan bersyukur apa adanya atas apapun yang kita miliki adalah kebijaksanaan. Dan, bisa ikut berbahagia melihat  kebahagiaan dan kesuksesan orang lain adalah kekayaaan mental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, cintai apa yang kita miliki, hidup pasti akan lebih berarti. Maka, kita akan bisa menyongsong kegembiraan dan kebahagiaan sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses luar biasa!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrie Wongso&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-6652349179862094695?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/6652349179862094695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=6652349179862094695' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/6652349179862094695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/6652349179862094695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2008/07/memilih-hidup-sekali-lagi.html' title='Memilih Hidup Sekali Lagi'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/SH2leusPFxI/AAAAAAAAAFU/CnZ9BzRJ8SM/s72-c/AW.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-2967461672228980856</id><published>2008-07-14T16:11:00.001+07:00</published><updated>2008-07-14T16:14:39.367+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Seberapa Lama Kita Dikubur?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/SHsY4VujyPI/AAAAAAAAAEo/G1pxj1xW7Cg/s1600-h/kub.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/SHsY4VujyPI/AAAAAAAAAEo/G1pxj1xW7Cg/s400/kub.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5222795549050390770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Oleh : Bossyana &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Verdana;  panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:Verdana;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;Pernahkah Sahabat membayangkan, seberapa lama kita dikubur, setelah meninggal? Penulis juga tak bisa memberikan jawabannya. Namun penulis berharap setelah membaca kisah yang akan dipaparkan di bawah ini, para pembaca dapat mengambil hikmahnya, amiin. Inilah kisahnya; &lt;p&gt;Pada hari itu, awan sedikit mendung, namun diperkirakan tidak akan hujan. Seorang bocah bernama Yani dengan kaki-kaki mungilnya, berlari-lari kecil sambil bergembira melihat pemandangan sekitar kawasan lampu merah Karet. Baju merahnya yang kebesaran melambai lambai di tiup angin, saat ia menyebrangi jalan bersama ayahnya tercinta, menuju pemakaman umum Karet. &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Dimana almarhum mendiang neneknya dimakamkan, tangan kanannya memegang es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram ikatan sabuk celana ayahnya.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Ketika memasuki wilayah pemakaman umum Karet, Yani dan sang ayahnya berputar sejenak kekanan dan kemudian duduk di atas seonggok batu nisan bertuliskan “Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1905:20-01-1965.″&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Kemudian Sang ayah berkata: “Nak, ini kuburan nenekmu mari kita  berdo’a untuk nenekmu.” Sesaat kemudian, Yani menatap wajah ayahnya, lalu menirukan tangan  ayahnya yang mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Lantas, ia mendengarkan ayahnya berdo’a untuk neneknya…&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Tak lama berselang Yani berujar kepada ayahnya: “Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya yah.” Lalu, Ayahnya mengangguk sembari tersenyum sembari memandang pusara Ibu-nya.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;“Hmm, berarti nenek sudah meninggal 36 tahun ya yah…” lanjut Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya mulai berhitung. “Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 36 tahun … “ Jawab Sang ayah.  &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Yani memutar kepalanya, memandang, memperhatikan sekeliling pemakaman, hatinya berkata, banyak juga ya, kuburan di sana. Sejurus kemudian matanya tertuju pada sebuah kuburan yang terletak di samping kuburan neneknya, kuburan tua berlumut dengan batu nisan bertuliskan  “Muhammad Zaini : 19-02-1882 : 30-01-1910.″ &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Ayah-ayah, “Hmm.. kalau yang itu sudah meninggal 91 tahun yang lalu ya yah” jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi, ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. “Memangnya kenapa ndhuk?”, ujar sang ayah menatap teduh mata anaknya. &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;“Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa  kalau kita mati, lalu dikubur dan kita bila banyak dosanya, kita akan  disiksa di neraka”, jelas Yani sambil meminta persetujuan ayahnya.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;“Iya  kan yah?” sambil matanya melirik ayahnya. Sang Ayahnya tersenyum, “Lalu?”, timpal ayah.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;“Iya .. kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 36 tahun dong yah di dalam kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 36 tahun nenek senang di dalam kubur…. ya nggak yah?” Mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada ayahnya pendapatnya. &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Ayahnya tersenyum, namun dibalik senyuman sang ayah, sekilas tampak keningnya berkerut, dan tampaknya cemas….. “Iya nak, kamu pintar,” jawab ayahnya pendek.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Sepulang dari Pemakaman, ayah Yani tampak gelisah di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya … 36 tahun … hingga sekarang…kalau kiamat datang 100 tahun lagi ….136 tahun disiksa .. atau bahagia di kubur …. Lalu ia menunduk … meneteskan air mata …&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Kalau ia meninggal .. lalu banyak dosanya … lalu kiamat masih 1000  tahun lagi berarti ia akan disiksa 1000 tahun? Innalillaahi wa inna  ilaihi rooji’un … air matanya semakin banyak menetes…..Sanggupkah ia  selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan .. kalau 2000  tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur .. lalu setelah dikubur? Bukankah akan lebih parah lagi? Tahankah?  Padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah  tak tahan?&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Ya Allah …ia semakin menunduk .. tangannya terangkat ke atas..bahunya naik turun tak teratur…. air matanya semakin membanjiri jenggotnya…..&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Allahumma as aluka khusnul khootimah berulang kali di bacanya doa  itu hingga suaranya serak … dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani. Lantas...&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan bambu… dibetulkannya selimutnya. Yani terus tertidur …tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya .. arti sebuah kehidupan… dan apa yang akan datang di depannya…&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Wassalam, salam dari penulis.... ”Hiasilah Qolbu Sahabat dengan Lafadz Allah SWT setiap detik, dan awalilah setiap kegiatan kita dengan mengucap Basmallah, agar semua aktivitas kita mendapat barokah-Nya.”&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-2967461672228980856?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/2967461672228980856/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=2967461672228980856' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/2967461672228980856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/2967461672228980856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2008/07/seberapa-lama-kita-dikubur.html' title='Seberapa Lama Kita Dikubur?'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/SHsY4VujyPI/AAAAAAAAAEo/G1pxj1xW7Cg/s72-c/kub.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-582413982660501850</id><published>2008-07-11T16:46:00.001+07:00</published><updated>2008-07-11T16:46:52.567+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Pentingnya Shalat Berjamaah di Masjid</title><content type='html'>&lt;p id="byline"&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;b&gt;Ihsan Tandjung&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img alt="" src="http://eramuslim.com/fckfiles/Image/Pntg_Shol_Brjmh_di_Msj.jpg" align="right" border="2" height="112" width="150" /&gt;Sebagian ummat Islam masih membiasakan diri mengerjakan sholat lima waktu di rumah atau di kantor tempat ia bekerja. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sangat sedikit yang membiasakan sholat lima waktunya berjamaah di masjid atau musholla di mana azan dikumandangkan.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Bahkan ada sebagian saudara muslim yang membiasakan dirinya sholat seorang diri alias tidak berjama’ah. Padahal terdapat sekian banyak pesan dari Nabi Muhammad &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; yang menganjurkan ummat Islam –terutama kaum pria- sholat berjama’ah di masjid tempat di mana azan dikumandangkan.&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَلْقَى اللَّهَ غَدًا مُسْلِمًا فَلْيُحَافِظْ عَلَى هَؤُلَاءِ الصَّلَوَاتِ حَيْثُ يُنَادَى بِهِنَّ فَإِنَّ اللَّهَ شَرَعَ لِنَبِيِّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُنَنَ الْهُدَى وَإِنَّهُنَّ مِنْ سُنَنِ الْهُدَى وَلَوْ أَنَّكُمْ صَلَّيْتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ كَمَا يُصَلِّي هَذَا الْمُتَخَلِّفُ فِي بَيْتِهِ لَتَرَكْتُمْ سُنَّةَ نَبِيِّكُمْ وَلَوْ تَرَكْتُمْ سُنَّةَ نَبِيِّكُمْ لَضَلَلْتُمْ وَمَا مِنْ رَجُلٍ يَتَطَهَّرُ فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَعْمِدُ إِلَى مَسْجِدٍ مِنْ هَذِهِ الْمَسَاجِدِ إِلَّا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِكُلِّ خَطْوَةٍ يَخْطُوهَا حَسَنَةً وَيَرْفَعُهُ بِهَا دَرَجَةً وَيَحُطُّ عَنْهُ بِهَا سَيِّئَةً وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنْهَا إِلَّا مُنَافِقٌ مَعْلُومُ النِّفَاقِ وَلَقَدْ كَانَ الرَّجُلُ يُؤْتَى بِهِ يُهَادَى بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ&lt;br /&gt;حَتَّى يُقَامَ فِي الصَّفِّ (صحيح مسلم)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Ibn Mas’ud radhiyallahu ’anhu berkata: “Barangsiapa ingin bertemu Allah esok hari sebagai seorang muslim, maka ia &lt;strong&gt;harus menjaga benar-benar sholat pada waktunya ketika terdengar suara adzan&lt;/strong&gt;. Maka sesungguhnya Allah subhaanahu wa ta’aala telah mensyari’atkan (mengajarkan) kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam beberapa SUNANUL-HUDA (perilaku berdasarkan hidayah/petunjuk) dan menjaga sholat itu termasuk dari SUNANUL-HUDA. Andaikan kamu sholat di rumah sebagaimana kebiasaan orang yang tidak suka berjama’ah berarti kamu meninggalkan sunnah Nabimu Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Dan bila kamu meninggalkan sunnah Nabimu Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam pasti kamu tersesat. Maka tidak ada seseorang yang bersuci dan dia sempurnakan wudhunya kemudian ia berjalan ke masjid di antara masjid-masjid ini kecuali Allah subhaanahu wa ta’aala mencatat bagi setiap langkah yang diangkatnya menjadi kebaikan yang mengangkat derajatnya dan bagi setiap langkah yang diturunkannya menjadi penghapus kesalahannya. Dan sungguh dahulu pada masa Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam tiada seorang tertinggal dari sholat berjama’ah kecuali orang-orang munafiq yang terang kemunafiqannya. Sungguh adakalanya seseorang itu dihantar ke masjid didukung oleh dua orang kanan kirinya untuk ditegakkan di barisan saf.” (HR Muslim 3/387).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan hadits di atas sekurangnya terdapat beberapa pelajaran penting:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, seseorang yang &lt;strong&gt;&lt;em&gt;disiplin mengerjakan sholat saat azan berkumandang &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;akan menyebabkan dirinya diakui sebagai seorang muslim saat bertemu Allah &lt;em&gt;subhaanahu wa ta’aala&lt;/em&gt; kelak di hari berbangkit. Sungguh suatu kenikmatan yang luar biasa...! Pada hari yang sangat menggoncangkan bagi semua manusia justru diri kita dinilai Allah &lt;em&gt;subhaanahu wa ta’aala&lt;/em&gt; sebagai seorang hamba-Nya yang menyerahkan diri kepada-Nya. Kita tidak dimasukkan ke dalam golongan orang &lt;em&gt;kafir&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;musyrik &lt;/em&gt;atau &lt;em&gt;munafiq.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَلْقَى اللَّهَ غَدًا مُسْلِمًا فَلْيُحَافِظْ عَلَى هَؤُلَاءِ الصَّلَوَاتِ حَيْثُ يُنَادَى بِهِنَّ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;”Barangsiapa ingin bertemu Allah esok hari sebagai seorang muslim, maka ia &lt;strong&gt;harus menjaga benar-benar sholat pada waktunya ketika terdengar suara adzan&lt;/strong&gt;.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kedua, &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;menjaga sholat termasuk kategori aktifitas SUNANUL-HUDA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (perilaku atau kebiasaan berdasarkan pertunjuk Ilahi). Barangsiapa memelihara pelaksanaan kewajiban sholat lima waktu setiap harinya berarti ia menjalani hidupnya berdasarkan petunjuk dan bimbingan Allah &lt;em&gt;subhaanahu wa ta’aala&lt;/em&gt;. Berati ia tidak membiarkan dirinya hidup tersesat sekedar mengikuti hawa nafsu yang dikuasai musuh Allah &lt;em&gt;subhaanahu wa ta’aala&lt;/em&gt;, yakni &lt;em&gt;syaitan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;فَإِنَّ اللَّهَ شَرَعَ لِنَبِيِّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُنَنَ الْهُدَى وَإِنَّهُنَّ مِنْ سُنَنِ الْهُدَى&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;”Maka sesungguhnya Allah subhaanahu wa ta’aala telah mensyari’atkan (mengajarkan) kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam beberapa SUNANUL-HUDA (perilaku berdasarkan hidayah/petunjuk) dan &lt;strong&gt;menjaga sholat itu termasuk dari SUNANUL-HUDA.”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketiga, sholat di rumah identik dengan meninggalkan sunnah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Padahal tindakan meninggalkan sunnah Nabi Muhammad &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; merupakan gambaran raibnya cinta seseorang kepada Nabinya Muhammad &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam.&lt;/em&gt; Sebaliknya, bukti cinta seseorang akan Nabi Muhammad &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; adalah kesungguhannya untuk melaksanakan berbagai sunnah beliau, Nabi Muhammad &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَلَوْ أَنَّكُمْ صَلَّيْتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ كَمَا يُصَلِّي هَذَا الْمُتَخَلِّفُ فِي بَيْتِهِ لَتَرَكْتُمْ سُنَّةَ نَبِيِّكُمْ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;”Andaikan kamu sholat di rumah sebagaimana kebiasaan orang yang tidak suka berjama’ah berarti kamu &lt;strong&gt;meninggalkan sunnah Nabimu Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keempat, meninggalkan sunnah Nabi akan menyebabkan seseorang menjadi TERSESAT&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Berarti tidak lagi hidup di bawah naungan bimbingan dan petunjuk Allah. Sungguh mengerikan, bilamana seorang muslim merasa menjalankan kewajiban sholat, namun karena ia kerjakannya tidak di masjid, maka hal itu menyebabkan dirinya menjadi tersesat dari jalan yang lurus...! &lt;em&gt;Na’udzubillaahi min dzaalika.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَلَوْ تَرَكْتُمْ سُنَّةَ نَبِيِّكُمْ لَضَلَلْتُمْ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;”Dan bila kamu meninggalkan sunnah Nabimu Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam pasti kamu tersesat.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kelima, barangsiapa menyempurnakan wudhu lalu berjalan ke masjid, maka hal itu akan mendatangkan kenaikan derajat dan penghapusan kesalahan.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَمَا مِنْ رَجُلٍ يَتَطَهَّرُ فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَعْمِدُ إِلَى مَسْجِدٍ مِنْ هَذِهِ الْمَسَاجِدِ إِلَّا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِكُلِّ خَطْوَةٍ يَخْطُوهَا حَسَنَةً وَيَرْفَعُهُ بِهَا دَرَجَةً وَيَحُطُّ عَنْهُ بِهَا سَيِّئَةً&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;”Maka tidak ada seseorang yang bersuci dan dia sempurnakan wudhunya kemudian ia berjalan ke masjid di antara masjid-masjid ini kecuali Allah subhaanahu wa ta’aala mencatat bagi setiap langkah yang diangkatnya menjadi &lt;strong&gt;kebaikan yang mengangkat derajatnya&lt;/strong&gt; dan bagi setiap langkah yang diturunkannya menjadi &lt;strong&gt;penghapus kesalahannya&lt;/strong&gt;.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keenam&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, Ibnu Mas’ud &lt;em&gt;radhiyallahu ’anhu&lt;/em&gt; menggambarkan bahwa pada zaman Nabi Muhammad &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; masih hidup di tengah para sahabat &lt;em&gt;radhiyallahu ’anhum&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;jika ada yang tertinggal dari sholat berjamaah maka ia dipandang identik dengan orang munafiq sejati&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنْهَا إِلَّا مُنَافِقٌ مَعْلُومُ النِّفَاقِ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;”Dan sungguh dahulu pada masa Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam tiada seorang tertinggal dari sholat berjama’ah &lt;strong&gt;kecuali orang-orang munafiq yang terang kemunafiqannya.”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketujuh&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, di zaman Nabi Muhammad &lt;em&gt;shollallahu ’alaih wa sallam&lt;/em&gt; sedemikian &lt;strong&gt;&lt;em&gt;bersemangatnya orang menghadiri sholat berjamaah di masjid&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; sampai-sampai ada yang dipapah dua orang di kiri-kanannya agar ia bisa sholat berjamaah di masjid&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَلَقَدْ كَانَ الرَّجُلُ يُؤْتَى بِهِ يُهَادَى بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ حَتَّى يُقَامَ فِي الصَّفّ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;”Sungguh adakalanya seseorang itu dihantar ke masjid &lt;strong&gt;didukung oleh dua orang kanan kirinya untuk ditegakkan di barisan saf.”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ya Allah, berkahi, mudahkan dan kuatkanlah kami untuk selalu sholat lima waktu berjama’ah di masjid bersama saudara muslim kami lainnya. Amin.-&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-582413982660501850?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/582413982660501850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=582413982660501850' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/582413982660501850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/582413982660501850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2008/07/pentingnya-shalat-berjamaah-di-masjid.html' title='Pentingnya Shalat Berjamaah di Masjid'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-736987344888976979</id><published>2008-07-10T16:41:00.000+07:00</published><updated>2008-07-10T16:42:35.207+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Membangun dan Membina Militansi Kita</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="sjudul"&gt;(Alm) Ust. Rahmat Abdullah&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="intro"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="pol"&gt;PK-Sejahtera&lt;/span&gt; Online:&lt;/b&gt; Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan &lt;i&gt;jiddiyah&lt;/i&gt; (kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ba'da tahmid wa shalawat&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Ikhwah rahimakumullah&lt;/em&gt;, Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur'an Surat 19 Ayat 12 : .....&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ya Yahya hudzil kitaaba bi quwwah ...&lt;/em&gt;" (QS. Maryam (19):12)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tatkala Allah SWT memberikan perintah kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas, Ia tak hanya menyuruh mereka untuk taat melaksanakannya melainkan juga harus mengambilnya dengan &lt;em&gt;quwwah &lt;/em&gt;yang bermakna &lt;em&gt;jiddiyah&lt;/em&gt;, kesungguhan-sungguhan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan &lt;em&gt;jiddiyah &lt;/em&gt;(kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun kebatilan pun dibela dengan sungguh-sungguh oleh para pendukungnya, oleh karena itulah Ali bin Abi Thalib ra menyatakan: "Al-haq yang tidak ditata dengan baik akan dikalahkan oleh Al-bathil yang tertata dengan baik".&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Ayyuhal ikhwah rahimakumullah,&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Allah memberikan ganjaran yang sebesar-besarnya dan derajat yang setinggi-tingginya bagi mereka yang sabar dan lulus dalam ujian kehidupan di jalan dakwah. Jika ujian, cobaan yang diberikan Allah hanya yang mudah-mudah saja tentu mereka tidak akan memperoleh ganjaran yang hebat. Di situlah letak hikmahnya yakni bahwa seorang da'i harus sungguh-sungguh dan sabar dalam meniti jalan dakwah ini. Perjuangan ini tidak bisa dijalani dengan ketidaksungguhan, azam yang lemah dan pengorbanan yang sedikit.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ali sempat mengeluh ketika melihat semangat juang pasukannya mulai melemah, sementara para pemberontak sudah demikian destruktif, berbuat dan berlaku seenak-enaknya. Para pengikut Ali saat itu malah menjadi ragu-ragu dan gamang, sehingga Ali perlu mengingatkan mereka dengan kalimatnya yang terkenal tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Ayyuhal ikhwah rahimakumullah,&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Ketika Allah menyuruh Nabi Musa as mengikuti petunjuk-Nya, tersirat di dalamnya sebuah pesan abadi, pelajaran yang mahal dan kesan yang mendalam: &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman): "Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang teguh kepada perintah-perintahnya dengan sebaik-baiknya, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasiq".(QS. Al-A'raaf (7):145)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikian juga perintah-Nya terhadap Yahya, dalam surat Maryam ayat 12 :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;"Hudzil kitaab bi quwwah" &lt;/em&gt;(Ambil kitab ini dengan quwwah). Yahya juga diperintahkan oleh Allah untuk mengemban amanah-Nya dengan &lt;em&gt;jiddiyah &lt;/em&gt;(kesungguh-sungguhan). &lt;em&gt;Jiddiyah &lt;/em&gt;ini juga nampak pada diri &lt;em&gt;Ulul Azmi &lt;/em&gt;(lima orang Nabi yakni Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad yang dianggap memiliki azam terkuat).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dakwah berkembang di tangan orang-orang yang memiliki militansi, semangat juang yang tak pernah pudar. Ajaran yang mereka bawa bertahan melebihi usia mereka. Boleh jadi usia para mujahid pembawa misi dakwah tersebut tidak panjang, tetapi cita-cita, semangat dan ajaran yang mereka bawa tetap hidup sepeninggal mereka.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apa artinya usia panjang namun tanpa isi, sehingga boleh jadi biografi kita kelak hanya berupa 3 baris kata yang dipahatkan di nisan kita: "Si Fulan lahir tanggal sekian-sekian, wafat tanggal sekian-sekian".&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hendaknya kita melihat bagaimana kisah kehidupan Rasulullah saw dan para sahabatnya. Usia mereka hanya sekitar 60-an tahun. Satu rentang usia yang tidak terlalu panjang, namun sejarah mereka seakan tidak pernah habis-habisnya dikaji dari berbagai segi dan sudut pandang. Misalnya dari segi strategi militernya, dari visi kenegarawanannya, dari segi sosok kebapakannya dan lain sebagainya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seharusnyalah kisah-kisah tersebut menjadi ibrah bagi kita dan semakin meneguhkan hati kita. Seperti digambarkan dalam QS. 11:120, orang-orang yang beristiqomah di jalan Allah akan mendapatkan buah yang pasti berupa keteguhan hati. Bila kita tidak kunjung dapat menarik ibrah dan tidak semakin bertambah teguh, besar kemungkinannya ada yang salah dalam diri kita. Seringkali kurangnya jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dalam diri kita membuat kita mudah berkata hal-hal yang membatalkan keteladanan mereka atas diri kita. Misalnya: "Ah itu kan Nabi, kita bukan Nabi. Ah itu kan istri Nabi, kita kan bukan istri Nabi". Padahal memang tanpa jiddiyah sulit bagi kita untuk menarik ibrah dari keteladanan para Nabi, Rasul dan pengikut-pengikutnya. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Ayyuhal ikhwah rahimakumullah,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Di antara sekian jenis kemiskinan, yang paling memprihatinkan adalah kemiskinan azam, tekad dan bukannya kemiskinan harta.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Misalnya anak yang mendapatkan warisan berlimpah dari orangtuanya dan kemudian dihabiskannya untuk berfoya-foya karena merasa semua itu didapatkannya dengan mudah, bukan dari tetes keringatnya sendiri. Boleh jadi dengan kemiskinan azam yang ada padanya akan membawanya pula pada kebangkrutan dari segi harta. Sebaliknya anak yang lahir di keluarga sederhana, namun memiliki azam dan kemauan yang kuat kelak akan menjadi orang yang berilmu, kaya dan seterusnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikian pula dalam kaitannya dengan masalah ukhrawi berupa ketinggian derajat di sisi Allah. Tidak mungkin seseorang bisa keluar dari kejahiliyahan dan memperoleh derajat tinggi di sisi Allah tanpa tekad, kemauan dan kerja keras.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kita dapat melihatnya dalam kisah Nabi Musa as. Kita melihat bagaimana kesabaran, keuletan, ketangguhan dan kedekatan hubungannya dengan Allah membuat Nabi Musa as berhasil membawa umatnya terbebas dari belenggu tirani dan kejahatan Fir'aun.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berkat do'a Nabi Musa as dan pertolongan Allah melalui cara penyelamatan yang spektakuler, selamatlah Nabi Musa dan para pengikutnya menyeberangi Laut Merah yang dengan izin Allah terbelah menyerupai jalan dan tenggelamlah Fir'aun beserta bala tentaranya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun apa yang terjadi? Sesampainya di seberang dan melihat suatu kaum yang tengah menyembah berhala, mereka malah meminta dibuatkan berhala yang serupa untuk disembah. Padahal sewajarnya mereka yang telah lama menderita di bawah kezaliman Fir'aun dan kemudian diselamatkan Allah, tentunya merasa sangat bersyukur kepada Allah dan berusaha mengabdi kepada-Nya dengan sebaik-baiknya. Kurangnya iman, pemahaman dan kesungguh-sungguhan membuat mereka terjerumus kepada kejahiliyahan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekali lagi marilah kita menengok kekayaan sejarah dan mencoba bercermin pada sejarah. Kembali kita akan menarik ibrah dari kisah Nabi Musa as dan kaumnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam QS. Al-Maidah (5) ayat 20-26 : "Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu, ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun di antara umat-umat yang lain".&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Hai, kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi".&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Mereka berkata: "Hai Musa, sesungguhnya dalam negri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar dari negri itu. Jika mereka keluar dari negri itu, pasti kami akan memasukinya".&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: "Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman".&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Mereka berkata: "Hai Musa kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja".&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Berkata Musa: "Ya Rabbku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasiq itu".&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Allah berfirman: "(Jika demikian), maka sesungguhnya negri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasiq itu".&lt;br /&gt;Rangkaian ayat-ayat tersebut memberikan pelajaran yang mahal dan sangat berharga bagi kita, yakni bahwa manusia adalah anak lingkungannya. Ia juga makhluk kebiasaan yang sangat terpengaruh oleh lingkungannya dan perubahan besar baru akan terjadi jika mereka mau berusaha seperti tertera dalam QS. Ar-Ra'du (13):11, "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, sampai mereka berusaha merubahnya sendiri".&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nabi Musa as adalah pemimpin yang dipilihkan Allah untuk mereka, seharusnyalah mereka tsiqqah pada Nabi Musa. Apalagi telah terbukti ketika mereka berputus asa dari pengejaran dan pengepungan Fir'aun beserta bala tentaranya yang terkenal ganas, Allah SWT berkenan mengijabahi do'a dan keyakinan Nabi Musa as sehingga menjawab segala kecemasan, keraguan dan kegalauan mereka seperti tercantum dalam QS. Asy-Syu'ara (26):61-62, "Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul". Musa menjawab: "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Rabbku bersamaku, kelak Dia pasti akan memberi petunjuk kepadaku".&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semestinya kaum Nabi Musa melihat dan mau menarik ibrah (pelajaran) bahwa apa-apa yang diridhai Allah pasti akan dimudahkan oleh Allah dan mendapatkan keberhasilan karena jaminan kesuksesan yang diberikan Allah pada orang-orang beriman. Allah pasti akan bersama al-haq dan para pendukung kebenaran. Namun kaum Nabi Musa hanya melihat laut, musuh dan kesulitan-kesulitan tanpa adanya tekad untuk mengatasi semua itu sambil di sisi lain bermimpi tentang kesuksesan. Hal itu sungguh merupakan opium, candu yang berbahaya. Mereka menginginkan hasil tanpa kerja keras dan kesungguh-sungguhan. Mereka adalah "qaumun jabbarun" yang rendah, santai dan materialistik. Seharusnya mereka melihat bagaimana kesudahan nasib Fir'aun yang dikaramkan Allah di laut Merah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seandainya mereka yakin akan pertolongan Allah dan yakin akan dimenangkan Allah, mereka tentu tsiqqah pada kepemimpinan Nabi Musa dan yakin pula bahwa mereka dijamin Allah akan memasuki Palestina dengan selamat. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bukankah Allah SWT telah berfirman dalam QS. 47:7, &lt;em&gt;"In tanshurullah yanshurkum wayutsabbit  bihil aqdaam"&lt;/em&gt; (Jika engkau menolong Allah, Allah akan menolongmu dan meneguhkan pendirianmu).&lt;br /&gt;Hendaknya jangan sampai kita seperti Bani Israil yang bukannya tsiqqah dan taat kepada Nabi-Nya, mereka dengan segala kedegilannya malah menyuruh Nabi Musa as untuk berjuang sendiri. "Pergilah engkau dengan Tuhanmu". Hal itu sungguh merupakan kerendahan akhlak dan militansi, sehingga Allah mengharamkan bagi mereka untuk memasuki negri itu. Maka selama 40 tahun mereka berputar-putar tanpa pernah bisa memasuki negri itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun demikian, Allah yang Rahman dan Rahim tetap memberi mereka rizqi berupa ghomama, manna dan salwa, padahal mereka dalam kondisi sedang dihukum.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tetapi tetap saja kedegilan mereka tampak dengan nyata ketika dengan tidak tahu dirinya mereka mengatakan kepada Nabi Musa tidak tahan bila hanya mendapat satu jenis makanan. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Orientasi keduniawian yang begitu dominan pada diri mereka membuat mereka begitu kurang ajar dan tidak beradab dalam bersikap terhadap pemimpin. Mereka berkata: &lt;em&gt;"Ud'uulanaa robbaka" &lt;/em&gt;(Mintakan bagi kami pada Tuhanmu). Seyogyanya mereka berkata: "Pimpinlah kami untuk berdo'a pada Tuhan kita".&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kebodohan seperti itu pun kini sudah mentradisi di masyarakat. Banyak keluarga yang berstatus Muslim, tidak pernah ke masjid tapi mampu membayar sehingga banyak orang di masjid yang menyalatkan jenazah salah seorang keluarga mereka, sementara mereka duduk-duduk atau berdiri menonton saja.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah saw memang telah memberikan nubuwat atau prediksi beliau: "Kelak kalian pasti akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian selangkah demi selangkah, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta dan sedepa demi sedepa". Sahabat bertanya: "Yahudi dan Nasrani ya Rasulullah?". Beliau menjawab: "Siapa lagi?".&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kebodohan dalam meneladani Rasulullah juga bisa terjadi di kalangan para pemikul dakwah sebagai &lt;em&gt;warasatul anbiya &lt;/em&gt;(pewaris nabi). Mereka mengambil keteladanan dari beliau secara tidak tepat. Banyak ulama atau kiai yang suka disambut, dielu-elukan dan dilayani padahal Rasulullah tidak suka dilayani, dielu-elukan apalagi didewakan. Sebaliknya mereka enggan untuk mewarisi kepahitan, pengorbanan dan perjuangan Rasulullah. Hal itu menunjukkan merosotnya militansi di kalangan ulama-ulama amilin.&lt;br /&gt;Mengapa hal itu juga terjadi di kalangan ulama, orang-orang yang notabene sudah sangat faham. Hal itu kiranya lebih disebabkan adanya pergeseran dalam hal cinta dan loyalitas, cinta kepada Allah, Rasul dan jihad di jalan-Nya telah digantikan dengan cinta kepada dunia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mentalitas Bal'am, ulama di zaman Fir'aun adalah mentalitas anjing sebagaimana digambarkan di Al-Qur'an. Dihalau dia menjulurkan lidah, didiamkan pun tetap menjulurkan lidah. Bal'am bukannya memihak pada Musa, malah memihak pada Fir'aun. Karena ia menyimpang dari jalur kebenaran, maka ia selalu dibayang-bayangi, didampingi syaithan. Ulama jenis Bal'am  tidak mau berpihak dan menyuarakan kebenaran karena lebih suka menuruti hawa nafsu dan tarikan-tarikan duniawi yang rendah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kader yang tulus dan bersemangat tinggi pasti akan memiliki wawasan berfikir yang luas dan mulia. Misalnya, manusia yang memang memiliki akal akan bisa mengerti tentang berharganya cincin berlian, mereka mau berkelahi untuk memperebutkannya. Tetapi anjing yang ada di dekat cincin berlian tidak akan pernah bisa mengapresiasi cincin berlian. Ia baru akan berlari mengejar tulang, lalu mencari tempat untuk memuaskan kerakusannya. Sampailah anjing tersebut di tepi telaga yang bening dan ia serasa melihat musuh di permukaan telaga yang dianggapnya akan merebut tulang darinya. Karena kebodohannya ia tak tahu bahwa itu adalah bayangan dirinya. Ia menerkam bayangan dirinya tersebut di telaga, hingga ia tenggelam dan mati.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kebahagiaan sejati akan diperoleh manusia bila ia tidak bertumpu pada sesuatu yang fana dan rapuh, dan sebaliknya justru berorientasi pada keabadian.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nabi Yusuf as sebuah contoh keistiqomahan, ia memilih di penjara daripada harus menuruti hawa nafsu rendah manusia. Ia yang benar di penjara, sementara yang salah malah bebas.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada satu hal lagi yang bisa kita petik dari kisah Nabi Yusuf as. Wanita-wanita yang mempergunjingkan Zulaikha diundang ke istana untuk melihat Nabi Yusuf. Mereka mengiris-iris jari-jari tangan mereka karena terpesona melihat Nabi Yusuf. "Demi Allah, ini pasti bukan manusia". Kekaguman dan keterpesonaan mereka pada seraut wajah tampan milik Nabi Yusuf membuat mereka tidak merasakan sakitnya teriris-iris.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal yang demikian bisa pula terjadi pada orang-orang yang punya cita-cita mulia ingin bersama para nabi dan rasul, shidiqin, syuhada dan shalihin. Mereka tentunya akan sanggup melupakan sakitnya penderitaan dan kepahitan perjuangan karena keterpesonaan mereka pada surga dengan segala kenikmatannya yang dijanjikan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Itulah ibrah yang harus dijadikan pusat perhatian para da'i. Apalagi berkurban di jalan Allah adalah sekedar mengembalikan sesuatu yang berasal dari Allah jua. Kadang kita berat berinfaq, padahal harta kita dari-Nya. Kita terlalu perhitungan dengan tenaga dan waktu untuk berbuat sesuatu di jalan Allah padahal semua yang kita miliki berupa ilmu dan kemuliaan keseluruhannya juga berasal dari Allah. Semoga kita terhindar dari penyimpangan-penyimpangan seperti itu dan tetap memiliki jiddiyah, militansi untuk senantiasa berjuang di jalan-Nya. Amin.&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bis shawab&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Catatan Untuk Murabbi: &lt;/strong&gt;Setelah mendapatkan taujih ini diharapkan kader Memahami urgensi militansi kader dalam pemenangan dakwah serta memahami cara-cara membina militansi kader&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-736987344888976979?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/736987344888976979/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=736987344888976979' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/736987344888976979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/736987344888976979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2008/07/membangun-dan-membina-militansi-kita.html' title='Membangun dan Membina Militansi Kita'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-8612891772894176648</id><published>2008-07-10T16:11:00.001+07:00</published><updated>2008-07-10T16:15:18.595+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Who is a Muslim?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:navy;"   &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Arial;font-size:12;color:navy;"   &gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:navy;"  &gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:navy;"&gt;Not everyone is Muslim just because they have &lt;u&gt;a Muslim-sounding name&lt;/u&gt; or &lt;u&gt;came from a traditionally Muslim country&lt;/u&gt;.&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:navy;"  &gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:navy;"&gt;&lt;o&gt; &lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:navy;"  &gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:navy;"&gt;If I say I’m a race-car driver, but then I don’t own a car, I don’t have a driver’s license, I don’t know where the race-track is and I’ve never driven a race car before, would you say I’m being true to what I say? Of course not!&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:navy;"  &gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:navy;"&gt;&lt;o&gt; &lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:navy;"  &gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:navy;"&gt;A Muslim&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:navy;"  &gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:navy;"&gt; is a person who &lt;u&gt;knows what Islam teaches&lt;/u&gt; and then &lt;u&gt;follows those teachings&lt;/u&gt;. Anything else is just a name and that really counts for nothing.&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:navy;"  &gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:navy;"&gt;&lt;o&gt; &lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);font-family:Arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102); font-style: italic;font-family:Arial;" &gt;(Yahya Emerick, “What Islam is All About”)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-8612891772894176648?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/8612891772894176648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=8612891772894176648' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/8612891772894176648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/8612891772894176648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2008/07/who-is-muslim.html' title='Who is a Muslim?'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-3703341804889825952</id><published>2008-07-09T16:42:00.000+07:00</published><updated>2008-07-09T16:43:57.298+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Sinopsis Film: Sang Murrabi</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Film ini berkisah tentang perjalanan dakwah Ustadz Rahmat Abdullah. Berawal dari persepsi positif Ustadz Rahmat muda tentang profesi guru, yang merupakan rekfleksi cita-citanya saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Setiap kali ditanya orang, apa cita-citanya, ia akan menjawab dengan mantap: menjadi guru!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Persepsi itu kemudian menjadi elan vital yang menggerakkan seluruh energi hidup Ustadz Rahmat, ketika ia menimba ilmu di pesantren Asy Syafiiyah di bawah asuhan KH Abdullah Syafii. Bakat besar dan pemikirannya yang brilian, menjadikan Ustadz Rahmat dikagumi oleh setiap orang, terutama gurunya, KH Abdullah Syafii, yang menjadikan Ustad Rahmat muda sebagai murid kesayangannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ustadz Rahmat muda mulai merintis kariernya sebagai guru selulus dari Asy Syafiiyah. Selain di almamaternya, ia juga mengajar di sekolah dasar Islam lainnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Perjalanan karier yang dipilihnya itu kemudian mempertemukannya dengan guru keduanya, Ustadz Bakir Said Abduh yang mengelola Rumah Pendidikan Islam (RPI). Melalui ustadz lulusan pergururan tinggi di Mesir itu, Ustadz Rahmat banyak membaca buku-buku karya ulama Ikhwanul Muslimin, salah satunya adalah buku &lt;em&gt;Da'watuna&lt;/em&gt; (Hasan Al-Bana) yang kemudian ia terjemahankan menjadi Dakwah Kami Kemarin dan Hari Ini (Pustaka Amanah). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Situasi ini, membuat potensi bakat Ustadz Rahmat Abdullah melejit dengan banyaknya referensi bacaan yang ia konsumsi, mulai dari kitab Arab klasik yang sudah sulit dicari, sampai buku-buku sastra dan budaya. Ia pun dikenal sebagai dai yang lengkap, karena tidak cuma menguasai ilmu-ilmu Islam yang “standard” tetapi juga persoalan-persoalan kontemporer.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Potret paripurna kedaian Ustadz Rahmat terlihat ketika ia membina para pemuda di lingkungan rumahnya di kawasan Kuningan. Ustadz Rahmat menggunakan pendekatan yang masih sangat langka di kalangan dai, yaitu dengan grup teater yang didirikannya. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; pemuda itu diasuhnya dalam organisasi bernama Pemuda Raudhatul Falah (PARAF) yang menghidupkan masjid Raudhatul Falah di bilangan Kuningan dengan kegiatan-kegiatan keislaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pementasan grup teater binaan Ustadz Rahmat muda itu mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Salah satunya adalah pementasan berjudul Perang Yarmuk. Pada pementasan inilah, Ustadz Rahmat dan para pemuda PARAF harus berhadapan dengan aparat yang mencoba membubarkan pementasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akibat pementasan itu, Ustadz Rahmat dikenai wajib lapor. Tapi, hingga hari ini, Ustadz Rahmat tidak pernah mau meladeni aturan yang menindas kebebasan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Saya tidak akan pernah datang ke kantor kalian,” kata Ustadz Rahmat kepada Suryo, seorang aparat yang bertugas menyatroninya. “Kalau ibu saya yang memanggil, baru saya mau datang.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keteguhan pada prinsip dan ketegasan sikapnya itulah yang membuat Suryo ngeper. Hingga bertahun kemudian keteguhan dan ketegasan itu tetap terpelihara dengan baik, meski Almarhum harus terlibat dalam wasilah (sarana) dakwah bernama partai. Ia tetap dikenal sebagai guru ngaji, inspirator kaum muda yang progresif dan berpikiran jauh ke depan. Undangan daurah satu ke daurah yang lain tetap disambanginya. Tak ada yang berubah, termasuk ciri khas yang menjadi warisan dari kedua orang tuanya yang mulia: kesederhanaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ustadz Rahmat memang berada di jenjang tertinggi partai, serta terpilih pula sebagai wakil rakyat di DPR pusat. Namun, ia kerap dipergoki sedang menyetop bus &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; untuk mendatangi sebuah undangan. Ia kerap terlihat jalan kaki untuk jarak yang cukup jauh. Tak ada yang berubah, karena ia sadar betul bahwa langkah itulah yang dimulainya dulu sebagai permulaan di jalan dakwah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hingga akhirnya, di sebuah hari yang sibuk dan berat, Ustadz Rahmat merasakah tanda-tanda kesehatannya terganggu. Namun, rasa tanggung jawabnya yang besar terhadap amanah dakwah, membuat ia tak begitu mempedulikan tanda-tanda itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ia masih terlibat dalam sebuah syuro penting. Lalu, saat adzan berkumandang dan ia beranjak untuk memenuhi panggilan suci itu, ia berjalan ke tempat wudhu. Saat berwudhu, tanda-tanda itu makin kuat, menelikung pembuluh darah di bagian lehernya. Ia coba untuk menyempurnakan wudhunya, tapi rasa sakit yang merejam-rejam kepalanya membuatnya limbung. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Disaksikan oleh Ustadz Mahfudzi, salah seorang muridnya, Ustadz Rahmat nyaris terjatuh. Ustadz Mahfudzi cepat memapahnya, lalu mencoba menyelamatkan situasi. Tetapi Allah lebih sayang kepada Ustadz Rahmat Abdullah. &lt;em&gt;Innalillahi wa innailaihi raaji'uun&lt;/em&gt;...Syaikhut Tarbiyah itu meninggalkan kita dengan senyum yang amat tulus...hujan air mata dari seluruh pelosok tempat mengiringi kepulangan beliau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-3703341804889825952?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/3703341804889825952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=3703341804889825952' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/3703341804889825952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/3703341804889825952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2008/07/sinopsis-film-sang-murrabi.html' title='Sinopsis Film: Sang Murrabi'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-4066745254740851566</id><published>2008-04-03T14:46:00.000+07:00</published><updated>2008-04-03T14:47:41.563+07:00</updated><title type='text'>Sehari Bersama Ketua MPR Hidayat Nur Wahid</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ia menyemir sepatu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memulai hari dengan bersujud. Bersarung cokelat kotak-kotak, baju&lt;br /&gt;koko putih, dan peci hitam, Hidayat Nur Wahid, 48 tahun, ditemani&lt;br /&gt;putra bungsunya, Hubaib Shidiq, 9 tahun, keluar dari kamar tidur&lt;br /&gt;menuju musala di samping kanan rumah dinasnya. Di musala berukuran 3&lt;br /&gt;x 6 meter itu telah menunggu dua staf pribadi Hidayat yang juga akan&lt;br /&gt;salat subuh bersama, pukul 04.45 WIB Rabu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 05.10, seusai salat subuh, Hidayat dan Hubaib beranjak ke&lt;br /&gt;lantai 2 rumahnya. Di bangunan utama rumah dinas Ketua Majelis&lt;br /&gt;Permusyawaratan Rakyat itu terdapat satu kamar tidur utama dan dua&lt;br /&gt;kamar tidur anak. Di depan ketiga kamar itu ada ruang berukuran 3 x 4&lt;br /&gt;meter untuk ruang keluarga. Selama 15 menit Hidayat dan Hubaib&lt;br /&gt;melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Kastian Indriawati, 45 tahun, istrinya, meninggal pada 22&lt;br /&gt;Januari lalu, Hidayat menjadi orang tua tunggal bagi Inayah Dzil&lt;br /&gt;Izzati (kelas V Pesantren Gontor), Ruzaina (kelas III SMP Pesantren&lt;br /&gt;Anyer, Banten), Allaâ 'Khoiri (kelas I Pesantren Gontor), dan Hubaib&lt;br /&gt;Shidiq (kelas IV sekolah dasar di Pondok Gede, Bekasi). Di tengah&lt;br /&gt;kesibukannya sebagai Ketua MPR, guru, dan anggota Majelis Syuro&lt;br /&gt;Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat berusaha menyempatkan diri&lt;br /&gt;menyiapkan keperluan sekolah Hubaib, satu-satunya anak yang tinggal&lt;br /&gt;bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 05.55, Hidayat melepas Hubaib ke sekolah, diantar sopir&lt;br /&gt;keluarga mengendarai mobil pribadi Innova warna hitam. Sejak istrinya&lt;br /&gt;tiada, Hidayat ingin selalu melepas, nguntapke, Hubaib berangkat&lt;br /&gt;sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 06.00, berkaus putih, celana olahraga panjang hitam, dan sepatu&lt;br /&gt;putih, Hidayat menuju lapangan bulu tangkis yang jaraknya sekitar 200&lt;br /&gt;meter dari rumah dinasnya menggunakan mobil pribadi Toyota Kijang LGX&lt;br /&gt;warna biru. Bersama staf pribadinya dan beberapa staf pribadi menteri&lt;br /&gt;di kompleks Widya Candra, pagi itu Hidayat main empat set langsung&lt;br /&gt;dengan dua kali istirahat masing-masing &lt;st1&gt;&lt;st1&gt;lima&lt;/st1&gt;&lt;/st1&gt; menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayat selalu bermain cantik di tiap set. Smash dan permainan net&lt;br /&gt;menunjukkan kepiawaiannya bermain tepok bulu. Walhasil, pria&lt;br /&gt;kelahiran Klaten ini selalu memenangi pertandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulu tangkis adalah hobinya selain sepak bola. Minimal tiap Selasa&lt;br /&gt;dan Rabu dia selalu menyempatkan diri memukul shuttle cock. Dia suka&lt;br /&gt;badminton sejak remaja. Di samping rumah orang tuanya di Kadipaten&lt;br /&gt;Lor RT 03 RW 08, Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten, ada lapangan&lt;br /&gt;badminton yang biasa dipakai keluarga dan warga sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan itu diteruskan Hidayat saat 13 tahun belajar di Madinah,&lt;br /&gt;Arab Saudi. Bersama teman-teman pelajar dari &lt;st1&gt;&lt;st1&gt;Indonesia&lt;/st1&gt;&lt;/st1&gt; dia membuat&lt;br /&gt;lapangan bulu tangkis di samping kontrakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 07.50, Hidayat menyudahi badminton. Menenteng tas raket, ia&lt;br /&gt;berjalan kaki menuju rumah dinasnya. Sesampai di rumah, Hidayat&lt;br /&gt;meminta izin kepada Tempo membersihkan diri dan bersiap-siap&lt;br /&gt;berangkat ke kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera di&lt;br /&gt;Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua puluh &lt;st1&gt;&lt;st1&gt;lima&lt;/st1&gt;&lt;/st1&gt; menit kemudian Hidayat ke lantai 2 menuju meja makan&lt;br /&gt;yang letaknya di bawah kamar tidur utama. Ruang makan menyatu dengan&lt;br /&gt;ruang keluarga, bersebelahan dengan ruang tamu dan ruang rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti di ruangan lainnya, di ruangan seukuran lapangan bulu tangkis&lt;br /&gt;ini tidak ada aksesori yang tergolong mewah. Hanya ada televisi 21&lt;br /&gt;inci dan akuarium berukuran 1 x 0,5 meter yang dihuni seekor ikan&lt;br /&gt;arwana. Di dinding tergantung satu lukisan bunga, foto Hidayat&lt;br /&gt;bersama para pemimpin MPR, serta foto-foto mendiang istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menu sarapan kali itu nasi uduk, kering &lt;st1&gt;&lt;st1&gt;tempe&lt;/st1&gt;&lt;/st1&gt;, ayam dan telur goreng,&lt;br /&gt;sambal, dan kerupuk. Buahnya jeruk dan lengkeng, minumannya jus jambu&lt;br /&gt;dan air mineral. Tapi Hidayat hanya mengambil kering &lt;st1&gt;&lt;st1&gt;tempe&lt;/st1&gt;&lt;/st1&gt;, ayam&lt;br /&gt;goreng, sambal, dan kerupuk sebagai teman nasi uduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayat agaknya penggemar kerupuk. Sekali makan, lebih dari tiga kali&lt;br /&gt;ia merogoh kaleng krupuk dari plastik itu. Ia mengaku tidak punya&lt;br /&gt;pantangan jenis makanan tertentu. Tapi masakan tradisional Jawa,&lt;br /&gt;seperti pecel, botok, sambal goreng, sayur lodeh, dan tentu saja&lt;br /&gt;kerupuk, paling ia gemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bekerja hari itu Hidayat memilih kemeja batik lengan panjang&lt;br /&gt;biru dengan motif kawung putih dan celana hitam. Hidayat jarang&lt;br /&gt;mengenakan jas. Dia lebih sering mengenakan batik, kecuali untuk&lt;br /&gt;acara kenegaraan yang mewajibkan jas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayat mengaku tak punya merek pakaian favorit. Istrinyalah yang&lt;br /&gt;biasanya menyediakan pakaiannya. Batik yang ia kenakan hari itu,&lt;br /&gt;misalnya, bahannya dibelikan Kastian dan dijahit di Pondok Gede,&lt;br /&gt;dekat rumah pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendiang Kastian pula yang membelikan jam tangan Tissot yang&lt;br /&gt;dikenakan Hidayat, juga telepon seluler Nokia--bukan Communicator.&lt;br /&gt;Kastian membelikannya saat berhaji, beberapa hari sebelum&lt;br /&gt;meninggal. "Ini kenang-kenangan terakhir almarhumah (istri saya)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 09.10, Hidayat bersiap ke kantor PKS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa istrinya, kini Hidayat menyiapkan sendiri semua keperluannya.&lt;br /&gt;Memilih baju dan celana sampai menyemir sepatu. Sepatu yang&lt;br /&gt;dikenakannya hari itu sepatu Bata hitam yang terletak di samping&lt;br /&gt;tangga menuju lantai 2. Sepatu itu sudah tak mengkilap sehingga&lt;br /&gt;Hidayat perlu menyemirnya dulu. Ia tidak banyak memiliki koleksi&lt;br /&gt;sepatu atau sandal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bersepatu, Hidayat memeriksa semua lampu ruangan. Lampu yang&lt;br /&gt;tidak dipakai dimatikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 09.25, Hidayat masuk ke mobil Toyota Kijang LGX warna biru&lt;br /&gt;menuju kantor DPP PKS. Rencananya, pukul 10.00 akan ada deklarasi&lt;br /&gt;pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. Karena untuk&lt;br /&gt;kepentingan partai, Hidayat tak menggunakan Camry, mobil dinas Ketua&lt;br /&gt;MPR. Hidayat duduk di kursi belakang. Di depan ada sopir dan&lt;br /&gt;ajudannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pejabat negara, Hidayat jarang dikawal dan kerap bepergian&lt;br /&gt;tanpa voorrijder. Ia merasa aman dan nyaman tanpa mereka karena&lt;br /&gt;merasa tak punya musuh, sehingga tidak khawatir keamanannya terancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tanpa voorrijder, ditambah lalu lintas yang kerap macet,&lt;br /&gt;perjalanannya jadi lebih lama. Dari Widya Candra menuju Mampang&lt;br /&gt;Prapatan pagi itu perlu 30 menit. Di perjalanan, Hidayat sempat&lt;br /&gt;menunjukkan tukang potong rambut langganannya. Letaknya di deretan&lt;br /&gt;warung &lt;st1&gt;&lt;st1&gt;Padang&lt;/st1&gt;&lt;/st1&gt; dan warung Tegal di pinggir Jalan Mampang Prapatan&lt;br /&gt;Raya. Sebulan sekali dia potong rambut di situ. "Ongkosnya Rp 9.000&lt;br /&gt;sekali cukur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 10.00, Hidayat tiba di kantor PKS. Deklarasi ditunda karena&lt;br /&gt;Presiden PKS Tifatul Sembiring dipastikan datang pukul 10.30. Di situ&lt;br /&gt;Hidayat bertemu dengan Ketua Majelis Syura Hilmi Aminuddin, Ketua&lt;br /&gt;Dewan Syariah Surahman, serta pengurus PKS Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayat belum pernah belajar politik secara formal. Tapi ia lahir&lt;br /&gt;dari keluarga aktivis. Kakeknya tokoh Muhammadiyah dan Masyumi di&lt;br /&gt;Prambanan, Jawa Tengah. Ibunya aktivis Aisyiyah--organisas&lt;p&gt;&lt;wbr&gt;i perempuan&lt;br /&gt;Muhammadiyah. Dan ayahnya, meski berlatar belakang Nahdlatul Ulama,&lt;br /&gt;menjadi pengurus Muhammadiyah. Kastian juga penggiat Ikatan Pelajar&lt;br /&gt;Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayat menimba ilmu berorganisasi di Perhimpunan Pelajar &lt;st1&gt;&lt;st1&gt;Indonesia&lt;/st1&gt;&lt;/st1&gt;&lt;br /&gt;(PPI) cabang Madinah. PPI Madinah adalah salah satu organisasi yang&lt;br /&gt;menolak penerapan Pancasila sebagai satu-satunya asas bagi organisasi&lt;br /&gt;di masa Orde Baru. Beberapa kali petugas kedutaan dan menteri kabinet&lt;br /&gt;Soeharto membujuk agar PPI Madinah mengakui Pancasila sebagai satu-&lt;br /&gt;satunya asas organisasi, tapi tak mempan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayat kembali ke &lt;st1&gt;&lt;st1&gt;Indonesia&lt;/st1&gt;&lt;/st1&gt; pada 1993 dan mengajar di Institut Agama&lt;br /&gt;Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang. Ketika&lt;br /&gt;reformasi bergulir, bersama-sama aktivis muslim ia mendirikan Partai&lt;br /&gt;Keadilan. Kini, setelah berganti menjadi Partai Keadilan Sejahtera,&lt;br /&gt;partai yang semula hanya menerima anggota dari kalangan Islam itu&lt;br /&gt;mulai membuka diri untuk nonmuslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi rekrutmen partainya, kata Hidayat, tetap taat pada jenjang&lt;br /&gt;pengkaderan. Untuk menentukan calon di parlemen, PKS akan melihat&lt;br /&gt;siapa yang akan diwakili calon itu. Jika penduduk yang akan diwakili&lt;br /&gt;mayoritas selain Islam, wakilnya bisa saja dari nonmuslim juga.&lt;br /&gt;Hidayat hanya 20 menit berada di kantor PKS. Ia buru-buru menuju&lt;br /&gt;gedung MPR/DPR untuk menerima delegasi dari PPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 11.00, Hidayat tiba di gedung MPR/DPR. Tapi tamu yang&lt;br /&gt;ditunggunya dari PPI batal datang. Hidayat meneruskan pekerjaan&lt;br /&gt;dengan memeriksa beberapa dokumen dan menekennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 13.00, Hidayat menerima delegasi dari Pacific Countries Social&lt;br /&gt;and Economic Solidarity Association Turki. Mereka mencari cara&lt;br /&gt;mempererat hubungan &lt;st1&gt;&lt;st1&gt;Indonesia&lt;/st1&gt;&lt;/st1&gt; dengan Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 14.00, Hidayat menerima kunjungan rombongan Presiden National&lt;br /&gt;Endowment for Democracy Carl Gersham. Carl meminta &lt;st1&gt;&lt;st1&gt;Indonesia&lt;/st1&gt;&lt;/st1&gt; sebagai&lt;br /&gt;salah satu negara demokrasi menularkan pengalamannya ke negara-negara&lt;br /&gt;di Timur Tengah. Hidayat menolak. Alasannya, "Rusaknya demokrasi di&lt;br /&gt;Timur Tengah karena sikap politik Amerika Serikat yang berstandar&lt;br /&gt;ganda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mencontohkan pemilu di Palestina. Khalayak, kata Hidayat, tahu&lt;br /&gt;pemilu Palestina sangat demokratis. Tapi karena rayuan &lt;st1&gt;&lt;st1&gt;Israel&lt;/st1&gt;&lt;/st1&gt;, negara-&lt;br /&gt;negara Barat termasuk Amerika tidak mengakui hasil pemilu itu.&lt;br /&gt;Menurut dia, Timur Tengah akan demokratis jika Amerika&lt;br /&gt;demokratis. "Jadi jangan &lt;st1&gt;&lt;st1&gt;Indonesia&lt;/st1&gt;&lt;/st1&gt; diminta mengajarkan demokrasi ke&lt;br /&gt;Timur Tengah. Mereka (Timur Tengah) melihat perilaku Amerika&lt;br /&gt;sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski banyak menerima tamu, Hidayat selalu tepat waktu untuk salat.&lt;br /&gt;Begitu azan berkumandang, dia bergegas berwudu. Pukul 15.25, Hidayat&lt;br /&gt;salat asar. Di ruangannya tersedia perlengkapan salat, termasuk peci&lt;br /&gt;yang bagian atasnya sedikit robek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 15.40, Hidayat bersiap-siap kembali ke rumah dinasnya karena&lt;br /&gt;pukul 16.30 ia akan menerima Hanung Bramantyo, sutradara film Ayat-&lt;br /&gt;ayat Cinta yang lagi populer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 15.45, Hidayat memasuki Camry, mobil dinasnya. Kali ini memang&lt;br /&gt;untuk kepentingan tugasnya sebagai Ketua MPR. Tapi tetap tanpa&lt;br /&gt;voorrijder. Hidayat jarang dikawal voorrijder kecuali kalau ada acara&lt;br /&gt;yang mendesak segera didatangi, tak boleh telat, dan lalu lintas&lt;br /&gt;macet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk acara yang bisa diatur jadwalnya dan tidak mendadak, dia pergi&lt;br /&gt;tanpa voorrijder. "Semua tergantung bagaimana kita mengatur waktu&lt;br /&gt;saja." Mobil Camry dengan pelat bernomor RI-5 itu pun mengarungi&lt;br /&gt;samudra kemacetan bersama mobil-mobil lainnya di Jalan Gatot Subroto,&lt;br /&gt;Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 16.25, Hidayat sampai di rumah dinasnya. Sepuluh menit&lt;br /&gt;berselang, tamu yang ditunggu, Hanung, datang. Hidayat menyambut&lt;br /&gt;Hanung di ruang tamu, mengenakan baju putih bermotif kotak-kotak&lt;br /&gt;pendek dan celana hitam. Hanung meminta pendapat Hidayat tentang film&lt;br /&gt;Ayat-ayat Cinta sekaligus saran untuk film Ahmad Dahlan--pendiri&lt;br /&gt;Muhammadiyah-&lt;wbr&gt;-yang akan dibikinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski hanya tiga kali menonton film seumur hidupnya, Hidayat&lt;br /&gt;mengkritik beberapa lafal bahasa Arab dalam adegan Ayat-ayat Cinta&lt;br /&gt;yang grammar-nya tidak benar. Lokasi shooting yang tidak sesuai&lt;br /&gt;dengan kondisi Mesir dikritik. Hidayat juga mempertanyakan mengapa&lt;br /&gt;Hanung menonjolkan sisi poligami dalam film itu, padahal dalam&lt;br /&gt;novelnya tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal rencana membuat film Ahmad Dahlan, Hidayat menyarankan agar&lt;br /&gt;dalam film itu juga disinggung soal K.H. Hasyim Ashari, pendiri&lt;br /&gt;Nahdlatul Ulama. Menurut Hidayat, keduanya teman yang akrab dan satu&lt;br /&gt;guru saat menempuh pendidikan di Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiai Hasyim dan Ahmad Dahlan, kata Hidayat, satu kapal dalam&lt;br /&gt;perjalanan dari Pulau Jawa ke Arab Saudi. Meski berbeda pandangan&lt;br /&gt;tentang beberapa hal soal khilafiah, mereka berdua saling menghargai.&lt;br /&gt;Hidayat menerima Hanung selama dua jam, hingga pukul 18.35.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 18.45, Hidayat berangkat ke Warung Buncit untuk memenuhi&lt;br /&gt;undangan peringatan Maulid Nabi di Pesantren Assalafi Daarul Islah,&lt;br /&gt;Jalan Buncit Raya. Kali ini dia mengenakan baju koko putih dan celana&lt;br /&gt;hitam. Untuk keperluan ini dia menggunakan mobil pribadi &lt;st1&gt;&lt;st1&gt;Toyota&lt;/st1&gt;&lt;/st1&gt;&lt;br /&gt;Kijang LGX biru, tanpa pengawal dan voorrijder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, dia terjebak kemacetan di Jalan Gatot Subroto, Mampang,&lt;br /&gt;dan Buncit Raya. Sejam lebih bertarung dengan kemacetan, Hidayat tiba&lt;br /&gt;di lokasi pukul 20.05. Di acara itu Hidayat sempat berceramah selama&lt;br /&gt;30 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 21.35, Hidayat kembali ke rumah dinasnya. Perjalanan lancar&lt;br /&gt;karena sudah malam. Dua puluh menit kemudian Hidayat sampai di rumah&lt;br /&gt;dinasnya. Sebelum tidur pada 23.00, Hidayat membaca semua &lt;st1&gt;&lt;st1&gt;surat&lt;/st1&gt;&lt;/st1&gt; yang&lt;br /&gt;masuk dan menutup hari dengan membaca Al-Quran. ERWIN DARIYANTO&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-4066745254740851566?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/4066745254740851566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=4066745254740851566' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/4066745254740851566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/4066745254740851566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2008/04/sehari-bersama-ketua-mpr-hidayat-nur.html' title='Sehari Bersama Ketua MPR Hidayat Nur Wahid'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-3143035076033321909</id><published>2008-03-28T08:30:00.001+07:00</published><updated>2008-03-28T08:34:55.555+07:00</updated><title type='text'>"One little thing can always lead to a really big momentum"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/R-xLLRpMFbI/AAAAAAAAABw/0KQLAPUktGQ/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/R-xLLRpMFbI/AAAAAAAAABw/0KQLAPUktGQ/s400/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182599928283403698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;"Sebuah hal kecil bisa saja memberikan dampak terhadap sesuatu yang sangat besar" (namun seringkali tidak kita sadari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti slogan sebuah kopi instant, memang benar bahwa setiap hal kecil&lt;br /&gt;bisa saja menyebabkan hubungan sebab akibat yang menyebabkan dampak&lt;br /&gt;yang sangat besar. Saya jadi teringat dengan istilah 'butterfly effect', dimana&lt;br /&gt;sebuah kepakan sayap kupu-kupu kecil di Brazil dapat menyebabkan tornado&lt;br /&gt;dasyat yang menyapu daratan luas di Texas, dan merubah ritme badai di samudra atlantik, bagaimana prosesnya? Untuk berbagai artikelnya, silakan&lt;br /&gt;anda coba cari di Google dengan term pencarian: The butterfly effect by Lorenz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita ketahui bahwa di alam ini kita semua saling terkoneksi, saling&lt;br /&gt;mempengaruhi, saling memberikan sebab-akibat, saling merubah, dan saling&lt;br /&gt;menunjang kehidupan satu sama lain... tanpa kecuali! dan seringkali sebuah peristiwa ataupun keputusan kecil sehari-hari, dapat memberikan dampak&lt;br /&gt;besar bagi orang lain dalam skala yang sangat luas dalam jangka waktu yang&lt;br /&gt;tidak terbatas.. dan mungkin seseorang tadi tidak menyadarinya sama sekali.&lt;br /&gt;Jadi apa yang perlu kita lakukan? tidak lain dengan lebih mawas diri, lebih aware&lt;br /&gt;atau tersadar akan berbagai hal yang akan dilakukan, pertimbangkan berbagai&lt;br /&gt;hal tersebut dengan langkah dan pemikiran ekstra agar menghindarkan negatif&lt;br /&gt;efek dan memperbesar peluang terjadinya momentum positif yang lebih besar&lt;br /&gt;baik bagi diri kita maupun orang lain di sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ingin Anda ketahui, bahwa sebagian besar email newsletter yang biasa&lt;br /&gt;dikirimkan ini biasanya disusun beberapa saat setelah adanya email dari&lt;br /&gt;seorang  atau lebih member newsletter yang meluangkan waktu untuk&lt;br /&gt;menghubungi &amp;amp; berbagai kisah positif maupun hal-hal inspiratif lainnya, yang&lt;br /&gt;memberikan semangat ekstra pada kami untuk menyusun materi baru guna&lt;br /&gt;dikirimkan pada banyak peserta lainnya, jadi.. terima kasih bagi Anda yang telah&lt;br /&gt;menekan tombol 'reply dan menciptakan 'Butterfly effect' untuk sesama member&lt;br /&gt;newsletter ini. Semoga apa yang telah dan akan disampaikan melalui newsletter&lt;br /&gt;ini bisa membawa manfaat yang lebih besar daripada sekedar kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih atas perhatiannya,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt; sukses selalu untuk Anda!&lt;br /&gt;Sampai jumpa pada newsletter berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;Best Regards,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;W Oesman Wijaya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Motivasi Sukses Team&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;www.motivasi-sukses.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-3143035076033321909?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/3143035076033321909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=3143035076033321909' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/3143035076033321909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/3143035076033321909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2008/03/one-little-thing-can-always-lead-to.html' title='&quot;One little thing can always lead to a really big momentum&quot;'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/R-xLLRpMFbI/AAAAAAAAABw/0KQLAPUktGQ/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-2352388107109774770</id><published>2007-12-14T09:45:00.000+07:00</published><updated>2007-12-14T09:53:09.493+07:00</updated><title type='text'>YUK, JOIN MILIS-nya BENGKEL BAHASA INGGRIS</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Baru saja saya buat sebuah milis Islami untuk melatih kemampuan menulis kita dengan menggunakan Bahasa Inggris.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Kita bisa membahas berbagai persoalan dan saling sapa di milis tersebut yang tentunya harus menggunakan Bahasa Inggris. Tertarik........ Yuk Join!!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Wassalam&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;http://groups.yahoo.com/group/bengkel_bahasa_inggris/&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-2352388107109774770?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/2352388107109774770/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=2352388107109774770' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/2352388107109774770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/2352388107109774770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2007/12/yuk-join-milis-nya-bengkel-bahasa.html' title='YUK, JOIN MILIS-nya BENGKEL BAHASA INGGRIS'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-1697648728958086136</id><published>2007-12-12T06:10:00.000+07:00</published><updated>2007-12-12T06:14:20.217+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi Bisnis'/><title type='text'>MULAILAH DARI YANG KECIL</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sabtu, Desember 08, 2007 di &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;oleh &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Badroni Yuzirman&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; TDA (owner &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Manet Busana Muslim&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_g6fviS9w9yw/R1njfTUVwxI/AAAAAAAABqI/nW5HIu-YY-A/s1600-h/100_2932_resize.JPG"&gt;&lt;/a&gt;Demikian "wejangan" dari Pak Perry Tristianto, raja factory outlet dari Bandung di hadapan peserta gathering milis Indonesia Young Entrepreneurship kemarin di Gedung Skyline, Sarinah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kebanyakan kita ingin memulai bisnis langsung besar, modal besar dan sebagainya.Padahal itu salah, menurut Pak Perry, pemilik puluhan toko factory outlet ini.Justru dengan modal besar dan segala kelengkapan itulah otak kita jadi mandul. Kita jadi kurang kreatif dan terjebak zona nyaman.Cobalah mulai dari yang kecil dulu."Coba buka jualan kaki lima di pinggir jalan dulu, berani nggak?", tantang pengusaha yang lebih suka disebut wirausahawan ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Prinsip ini selalu ia sampaikan kepada siapa saja yang minta sarannya dalam memulai bisnis.Saat ini ia tengah mengembangkan bisnis baru, yaitu Rumah Sosis.Bisnis ini dimulainya juga dari kecil. Ketika itu ia melihat beberapa karyawannya berjualan sosis kecil-kecilan di depan tokonya.Mulai dari penjualan sekilo, dua kilo per perhari. Ia memperhatikan terus perkembangannya.Dari situ ia yakin bahwa orang memang suka dengan makanan ini. Dari sanalah ia mulai mengembangkan bisnis Rumah Sosis yang sekarang dibesarkannya dengan serius ini.Ketika seorang temannya mengajak kerja sama bikin restoran, ia pun menyarankan hal yang sama: mulai dari yang kecil dulu. Bikin skala kaki lima dulu di pinggir jalan.Temannya mau. Mulailah mereka jualan "nasi kalong", ya karena warung ini dibuka hanya malam hari sampai dini hari. Nasinya pun berwarna hitam.Mulai dari sehari laris 5 piring, 8 piring, sekarang omzet perharinya mencapai Rp. 6 sampai 7 juta. Dengan modal kerja rata-rata Rp, 2,7 juta per hari, hitung sendiri keuntungannya per bulan!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Temannya yang lain bangkrut berulang kali. Semua bisnis yang digelutinya mentok. Dengan hopeless ia mendatangi Pak Perry.Saran yang sama juga diberikannya. "Berani nggak lu jualan kaki lima?"Nasihat ini pun dituruti temannya. Ia mulai berjualan "ronde" (saya nggak tau ronde itu apa) kaki lima di samping pedagang nasi uduk di daerah Kebon Kacang, Tanah Abang, dengan mengharapkan pembeli dari "limpahan" pembeli nasi uduk.Itu 3,5 tahun yang lalu. Sekarang bisnis makanannya sudah meraih omzet rata-rata Rp. 20-25 juta per hari!"Mulailah dari yang kecil dulu. Kalau anda cuma punya 1 juta, ya mulailah bisnis yang 1 juta. Mulai dari apa yang anda punya dan yang anda sukai", lanjut peritel yang telah membuka lebih 90 toko ini meyakinkan para peserta.Membaca kisah nyata ini, apakah anda masih ingin mulai bisnis dengan modal yang besar?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Salam FUUUNtastic!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wassalam,&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-1697648728958086136?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/1697648728958086136/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=1697648728958086136' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/1697648728958086136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/1697648728958086136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2007/12/mulailah-dari-yang-kecil.html' title='MULAILAH DARI YANG KECIL'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-8306646584287417824</id><published>2007-12-11T05:58:00.000+07:00</published><updated>2007-12-11T06:08:11.683+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Hukum Memotong Rambut atau Kuku pada Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah bagi Orang yang Akan Menyembelih Kurban</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kiriman dari: &lt;em&gt;Yulianto Abu Muhammad TN4&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oleh: &lt;em&gt;Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya : Ada seseorang yang akan menyembelih hewan kurban hanya untuk dirinya saja. Atau hendak berkurban untuk dirinya dan kedua orang tuanya. Bagaimana hukum memotong rambut dan kuku baginya pada hari-hari di antara sepuluh hari pertama Dzulhijjah? Apa hukumnya bagi perempuan yang rambutnya rontok ketika di sisir? Dan bagaimana pula hukumnya kalau niat akan berkurban itu baru dilakukan sesudah beberapa hari dari sepuluh hari pertama Dzulhijjah, sedangkan sebelum berniat ia sudah memotong rambut dan kukunya?Sejauh mana derajat pelanggaran kalau ia memotong rambut atau kukunya dengan sengaja sesudah ia berniat berkurban untuk dirinya atau kedua orang tuanya atau untuk kedua orang tua dan dirinya? Apakah hal ini berpengaruh terhadap kesahan kurban?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diriwayatkan dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Artinya : &lt;em&gt;Apabila sepuluh hari pertama (Dzulhijjah) telah masuk dan seseorang di antara kamu hendak berkurban, maka janganlah menyentuh rambut dan kulitnya sedikitpun&lt;/em&gt;” [Riwayat Muslim]&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ini adalah nash yang menegaskan bahwa yang tidak boleh mengambil rambut dan kuku adalah orang yang hendak berkurban, terserah apakah kurban itu atas nama dirinya atau kedua orang tuanya atau atas nama dirinya dan kedua orang tuanya. Sebab dialah yang membeli dan membayar harganya. Adapun kedua orang tua, anak-anak dan istrinya, mereka tidak dilarang memotong rambut atau kuku mereka, sekalipun mereka diikutkan dalam kurban itu bersamanya, atau sekalipun ia yang secara sukarela membelikan hewan kurban dari uangnya sendiri untuk mereka. Adapun tentang menyisir rambut, maka perempuan boleh melakukannya sekalipun rambutnya berjatuhan karenanya, demikian pula tidak mengapa kalau laki-laki menyisir rambut atau jenggotnya lalu berjatuhan karenanya.Barangsiapa yang telah berniat pada pertengahan sepuluh hari pertama untuk berkurban, maka ia tidak boleh mengambil atau memotong rambut dan kuku pada hari-hari berikutnya, dan tidak dosa apa yang terjadi sebelum berniat. Demikian pula, ia tidak boleh mengurungkan niatnya berkurban sekalipun telah memotong rambut dan kukunya secara sengaja. Dan juga jangan tidak berkurban karena alasan tidak bisa menahan diri untuk tidak memotong rambut atau kuku yang sudah menjadi kebiasan setiap hari atau setiap minggu atau setiap dua minggu sekail. Namun jika mampu menahan diri untuk tidak memotong rambut atu kuku, maka ia wajib tidak memotongnya dan haram baginya memotongnya, sebab posisi dia pada saat itu mirip dengan orang yang menggiring hewan kurban (ke Mekkah di dalam beribadah haji). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Artinya : &lt;em&gt;Janganlah kamu mencukur (rambut) kepalamu sebelum hewan kurban sampai pada tempat penyembelihannya&lt;/em&gt; “ [Al-Baqarah : 196]&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Walahu ‘alam&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;[Fatawa Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin, tanggal 8/12/1421H dan beliau tanda tangani]&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;[Disalin dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Musthofa Aini dkk, Penerbit Darul Haq]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.almanhaj.or.id/content/2300/slash/0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yulianto Abu Muhammad&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-8306646584287417824?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/8306646584287417824/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=8306646584287417824' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/8306646584287417824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/8306646584287417824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2007/12/hukum-memotong-rambut-atau-kuku-pada.html' title='Hukum Memotong Rambut atau Kuku pada Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah bagi Orang yang Akan Menyembelih Kurban'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-1429552196558646648</id><published>2007-12-10T06:07:00.000+07:00</published><updated>2007-12-10T06:11:38.557+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Sekedar Mengingatkan Bagi yang Ingin Berkurban</title><content type='html'>&lt;em&gt;Oleh: Yulianto Abu Muhammad TN4&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk saudaraku seiman dan seaqidah.&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar mengingatkan, bagi saudaraku kaum muslimin yang Alhamdulillah telah Alloh lapangkan rejekinya kemudian berniat untuk berqurban (pada tanggal 10 Dzulhijjah, hari raya Idul Adha), maka hendaklah tidak memotong rambut dan kukunya sejak tanggal 1 Dzulhijjah.&lt;br /&gt;Berikut ini dalilnya dari beberapa hadits yang shohih, insya Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits pertama:&lt;br /&gt;Hadits Ummu Salamah, beliau berkata : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;’Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika masuk sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin menyembelih kurban, maka jangan memotong sedikitpun dari rambut dan kukunya&lt;/em&gt;” ’ [HR. Muslim no.5089]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits kedua:&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Barangsiapa yang memiliki sembelihan yang akan disembelih dan tampak hilial Dzulhijjah, maka jangan memotong sedikitpun rambut dan kukunya sampai menyembelih&lt;/em&gt;” [HR. Muslim no.5093]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum mendengar keputusan dari Saudi Arabia tentang kapan tanggal wukuf di Arafah.&lt;br /&gt;Akan tetapi, jika kita sandarkan kepada informasi yang telah ada secara umum, yakni bahwasanya hari Minggu, 9 Des 2007 adalah tanggal 29 Dzul-qo’dah 1428H, maka untuk berhati-hati, mulai Senin, 10 Des 2007, bagi yang telah berniat untuk berkurban, maka hendaklah mulai menahan diri dari memotong rambut dan kukunya hingga hewan kurbannya disembelih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallohu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yulianto Abu Muhammad &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-1429552196558646648?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/1429552196558646648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=1429552196558646648' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/1429552196558646648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/1429552196558646648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2007/12/sekedar-mengingatkan-bagi-yang-ingin.html' title='Sekedar Mengingatkan Bagi yang Ingin Berkurban'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-9029610833135142038</id><published>2007-11-29T14:40:00.000+07:00</published><updated>2007-12-11T06:09:07.597+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>MENGUATKAN NIAT QURBAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Bayu Gawtama&lt;/em&gt; dalam &lt;em&gt;eramuslim.com&lt;/em&gt; bercerita:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu, ada seseorang menelepon ke kantor ACT, “Pak, saya ingin tanya, berapa harga seekor kambing qurban melalui ACT?”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang petugas ACT menjawab bahwa harga seekor kambing qurban Rp 775. 000, - sedangkan sapi atau kerbau Rp 5. 750. 000, -/ekor. Kemudian perempuan yang menelepon itu bertanya kembali, “uang saya hanya Rp 350. 000, - apakah saya bisa ikut berqurban?”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sejenak terdiam, kemudian petugas ACT itu langsung menjawab lugas, “Bisa bu, tidak perlu khawatir. Dengan uang sebesar itu ibu akan tetap bisa berqurban, ” jelasnya dengan sopan dan meyakinkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Memang, jumlah uang yang disebutkan perempuan di seberang telepon itu tidak mencukupi untuk harga seekor kambing, bahkan separuhnya pun tidak. Adalah menjadi tugas ACT untuk menjaga semangat berqurban setiap orang, sebab teramat banyak orang yang berkeinginan bahkan menjadikan qurban sebagai salah satu cita-cita tertingginya. Namun karena alasan keterbatasan ekonomi dan kebutuhan lainnya yang dianggap lebih mendesak, maka kesempatan berqurban pun seringkali menguap begitu saja dengan satu harapan, “Insya Allah tahun depan bisa berqurban”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya kemudian, peristiwa setiap tahun menjelang hari raya qurban selalu berulang. Kejadiannya pun persis sama dengan tahun-tahun sebelumnya, kesempatan berqurban terkalahkan oleh kebutuhan primer lainnya. Harapan “tahun depan insya Allah bisa berqurban” selalu menjadi harapan yang terus diperbaharui setiap usai hari raya Idul Qurban.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berqurban adalah hak sekaligus keinginan, mimpi dan cita-cita setiap orang yang beriman. Meski pada akhirnya, berqurban bagi sebagian besar orang tetap sebatas keinginan, masih menjadi mimpi dan sekadar cita-cita yang entah kapan kan terwujud. Namun meski sekadar memiliki keinginan, punya mimpi dan cita-cita berqurban, itu sudah lebih baik daripada tidak ada niat sedikit pun untuk berqurban. Selama keinginan dan mimpi itu terus terpatri dalam jiwa dan tak pernah lekang digerogoti waktu, maka suatu waktu di tahun yang akan datang seseorang sangat mungkin melumuri tangannya dengan darah qurbannya sendiri.&lt;br /&gt;Kewajiban kita bersama adalah untuk sama-sama menjaga agar keinginan, mimpi dan cita-cita berqurban setiap orang tetap bersemayam, hingga akhirnya mimpi itu menjadi kenyataan. Seperti yang dilakukan kepada ibu yang bertanya, apakah ia bisa berqurban hanya dengan jumlah uang yang kurang dari separuh harga qurban. Sungguh, dapat dikatakan bahwa ibu yang memiliki niat dan tekad kuat berqurban dengan uang yang seadanya itu, sesungguhnya sudah mendapatkan nilai berqurban meski hari raya Idul Qurban masih jauh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah dan para Malaikat-Nya senantiasa tersenyum menyaksikan setiap hamba yang secara ikhlas menanamkan sebiji zarah niat kebaikan, sekali lagi, sebiji zarah niat kebaikan. Meski baru sebatas niat dan keinginan kuat untuk melakukan sebuah kebaikan, tentu sangat bernilai di mata Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita sadari, tak satu pun di antara kita yang bisa mengklaim bahwa ibadah siapa yang akan diterima Allah. Seperti halnya tak satu pun dari kita yang boleh menyebut diri paling bertaqwa di mata Allah. Belum tentu infak yang kita keluarkan setiap hari lebih bernilai dari infak seseorang yang hanya melakukannya sekali seumur hidupnya. Tidak ada jaminan jumlah sedekah yang banyak lebih membuat Allah tersenyum dibanding uang receh yang disedekahkah seorang kaum dhuafa. Begitu juga dengan ibadah-ibadah lainnya, seperti shalat, puasa, haji, juga qurban.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hewan qurban siapa yang paling bernilai di mata Allah? Tentu semua kita berharap persembahan qurban kita lah yang lebih bernilai. Namun hak prerogatif penilaian tetap terletak di tangan Allah. Hanya Allah saja yang tahu, dan kita hanya bisa berusaha melakukan yang terbaik, menjaga keikhlasan hati, serta meluruskan niat di setiap aktifitas ibadah kita.&lt;br /&gt;Boleh jadi, meski uangnya tak seharga seekor kambing. Justru ibu itulah yang detik ini sudah menggenggam pahala berqurban dari Allah SWT, meski pun hari raya Idul Adha masih beberapa hari lagi. Wallahu ‘a’lam &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;HUKUM BERKURBAN&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hukum berkurban adalah sunnah muakkadah dengan dalil hadits dari Ummu Salamah yang menyebutkan bahwa Nabi SAW bersabda : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"&lt;em&gt;Jika kalian telah memasuki hari raya, tanggal 10 Dzulhijjah, dan salah seorang dari kalian ingin berkurban, hendaknya ia tidak memotong rambut dan kukunya&lt;/em&gt;." (HR. Muslim) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ungkapan "ingin berkurban" dalam hadits di atas mununjukkan kebijaksanaan dan pengampunan Allah terhadap orang yang belum mampu menunaikan kurban. Namun, yang menjadi pertanyaan, bagaimana hukumnya jika berkurban tidak diniatkan sebeum datangnya Id atau niat itu baru muncul-sebab Allah baru mendatangkan rezeki-pada hari pertama atau kedua Id? Dalam hal ini Anda tidak ada masalah untuk menunaikan kurban. Artinya, hukum kurban menjadi mustahab (lebih disukai). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagian ulama mazhab Hanafi berpendapat bahwa berkurban hukumnya wajib bagi orang yang memiliki nisab zakat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Acuan mereka adalah hadits shahih yang berbunyi : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"&lt;em&gt;Barangsiapa berkelebihan (dalam harta) tetapi tidak menyembelih hewan kurban, janganlah dia mendekati masjidku&lt;/em&gt;." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jumhur ulama menilai bahwa hadits tersebut mauquf dan tidak sampai kepada Rasulullah SAW. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa syariat berkurban itu hukumnya sunnah ain untuk setiap individu muslim dan sunnah kifayah untuk setiap keluarga muslim.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-9029610833135142038?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/9029610833135142038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=9029610833135142038' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/9029610833135142038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/9029610833135142038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2007/11/menguatkan-niat-qurban-khotbah-jumat.html' title='MENGUATKAN NIAT QURBAN'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-560223378437889436</id><published>2007-11-26T15:46:00.000+07:00</published><updated>2007-11-26T20:07:08.259+07:00</updated><title type='text'>Perjuangan Tak Pernah Henti</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/R0qH6y__s7I/AAAAAAAAAAc/636dKh3I1UY/s1600-h/7292.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137067769161823154" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/R0qH6y__s7I/AAAAAAAAAAc/636dKh3I1UY/s400/7292.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Cinta Perdamaian Tapi Lebih Cinta Kemerdekaan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-560223378437889436?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/560223378437889436/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=560223378437889436' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/560223378437889436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/560223378437889436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2007/11/perjuangan-tak-pernah-henti.html' title='Perjuangan Tak Pernah Henti'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/R0qH6y__s7I/AAAAAAAAAAc/636dKh3I1UY/s72-c/7292.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-2951652503344683140</id><published>2007-11-16T13:35:00.000+07:00</published><updated>2007-12-11T06:11:05.433+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Muslim High/Scope Indonesia Bersatu</title><content type='html'>(Nasihat untuk civitas akademika Sekolah High/Scope Indonesia Kelapa Gading)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya, (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua. Agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. Kemudian mereka (pengikut-pengikut Rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu&lt;/em&gt;.” (al-Mu’minun [23]: 52-54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah High/Scope memiliki Visi:&lt;strong&gt;To be the world’s innovative leader and the barometer of education in Indonesia&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Menjadi pemimpin pendidikan dunia yang inovatif dan barometer pendidikan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah ini juga memiliki Misi:&lt;strong&gt;To help Indonesian children develop totally – academic, intrapersonal, interpersonal, and physical – and be competitive internationally&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Menumbuhkembangkan anak-anak Indonesia secara keseluruhan baik di bidang akademik, intrapersonal, interpersonal dan fisik, serta mampu berkompetisi di dunia internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mewujudkan visi dan misi sekolah, maka seluruh civitas akademika yang di dalamnya termasuk siswa, guru, manajemen, dan segenap karyawan harus bersatu-padu bersama-sama bergerak kearah visi dan misi tersebut dimulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat sekolah yang majemuk dan memiliki berbagai perbedaan latar belakang tentunya memberikan kesempatan bagi kaum muslim High/Scope untuk menunjukkan bahwa Islam adalah Rahmatan Lil Alamin. Kaum muslimin merupakan pelopor kebersamaan dan kehangatan silaturahmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Perumpamaan orang beriman dalam kasih sayang dan sikap lemah lembut antara mereka laksana tubuh yang satu. Apabila salah satu anggota tubuh merasakan sakit, maka seluruh anggota tubuh ikut merasakannya&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah&lt;/em&gt;. …” (Ali Imran [3]: 110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menggarisbawahi dan memberikan semangat kepada kaum muslim bahwa kita adalah lebih baik dan terbaik di tengah-tengah umat. Ayat ini bukanlah untuk membuat kita berjalan sombong di muka bumi, namun merupakan tantangan bagi kita untuk berbuat yang terbaik dan memberi manfaat positif sebanyak-banyaknya untuk umat, bangsa, dan dunia. Betapa malunya umat Islam apabila kata-kata terbaik itu tidak dapat terwujud khususnya di lingkungan sekolah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, kita harus berhati-hati. Iblis tiada henti-hentinya untuk merusak kaum Muslim. Segala penjuru bidang kehidupan umat Islam terus dirasuki oleh mereka dengan tujuan agar kita ikut dengan mereka. Kalau sudah kita ikut dengan Iblis, maka cahaya Islam akan sirna. Kebenaran akan bias di mata manusia. Kebenaran meredup, namun sebaliknya kebathilan kian dianggap menjadi kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ala kulli hal, sasaran empuk untuk merusak umat islam adalah dengan mencerai-beraikan umat terbaik ini. Yang menjadi masalah lagi, pecahnya umat Islam karena umat Islam itu sendiri. Ada dijumpai dilingkungan sekolah ini, antar siswa muslim saling mengejek, mengatakan perkataan buruk kepada temannya. Padahal mereka sesama muslim. Hal ini tentu saja merusak citra Islam. Apa nanti yang akan dikatakan oleh pemeluk agama lain. Rahmatan lil alamin akan dinilai sebagai slogan belaka. Islam akan tertinggal jauh dari pemeluk agama yang lain dalam mencapai prestasi belajar dan prestasi kerja, karena kita sibuk dengan kedendaman, sibuk iri hati, sibuk dengan kedengkian, dan sibuk memikirkan bagaimana caranya menjatuhkan temannya yang notabene adalah saudara seiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Hai orang-orang yanng beriman janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diolok-olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan jangan lah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yanng buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat , maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya , sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang&lt;/em&gt;.” (al-Hujurat [49]: 11-12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan tidak sempurna iman kalian kecuali kalian saling mencintai. Maukah kalian kutunjukkan sesuatu yang apabila kalian mengerjakannya maka kalian akan saling mencintai? Tebarkanlah salam di antara kalian&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Innalilah, seseorang yang beriman tidak sempurna dikatakan tidak akan masuk surga. Itu terjadi karena kita kurang mencintai sesama. Shalat yang tidak pernah tertinggal, shalat yang dilakukan dengan khusyuk, zakat dan shadaqoh yang ditebarkan, dan segala kebaikan ritual ibadah kita sebagai seorang muslim ternyata dikatakan belum beriman dengan sempurna kalau kita belum mencintai sesama sehingga rasa cinta kita kepada teman dan saudara kita nilainya, rasanya, dan perlakuannya sama seperti kita mencintai dan memanjakan diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadist yang dibacakan tadi, Rasulullah memerikan solusi kepada kita tentang bagaimanakah cinta di antara kita tumbuh bersemi dengan indahnya. Solusinya adalah dengan menebarkan salam. Setiap kali berjumpa diharapkan saling melayangkan senyuman yang indah dan yang terbaik sambil menyapa dengan sapaan yang menyejukkan jiwa saudara kita yang tentunya pun akan berbalas baik dan keberkahan bagi penyapanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya, orang yang paling kucintai dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari Kiamat adalah yang paling baik akhlaknya di antara kalian, yang membari pertolongan, dan yang menjalin dan dijalin. Dan, orang yang paling kubenci di antara kalian serta paling jauh tempat duduknya dariku pada hari Kiamat adalah orang-orang yang mengadu domba, senang memisahkan orang yang saling mencintai, dan yang senang berbuat riya’ serta membuka aib&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain&lt;/em&gt;.” (at-Taubah [9]: 71)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-2951652503344683140?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/2951652503344683140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=2951652503344683140' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/2951652503344683140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/2951652503344683140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2007/11/muslim-highscope-indonesia-bersatu.html' title='Muslim High/Scope Indonesia Bersatu'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-3132594394698925168</id><published>2007-11-13T13:59:00.001+07:00</published><updated>2008-02-01T09:44:47.648+07:00</updated><title type='text'>ENERGI AJAIB</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pagi ini seperti biasa, aku melesat dari rumah ke kantor sehabis shalat Subuh berjamaah di mushola dekat rumah. Dengan motor GL Pro tahun 96 kesayanganku, aku berangkat menerobos keindahan remang-remang suasana Subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seperti biasanya, kira-kira lima ratus meter dari rumah, perutku terasa mules. Tumben. Aku memang seringkali mules di pagi hari, tapi biasanya kalau sudah berkendara, mulesku hilang karena pikiranku terfokus pada jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tanpa berpikir panjang, aku mempercepat laju motor. Yang ada di hatiku adalah aku harus cepat sampai di sekolah dan langsung melampiaskan hajatku setibanya nanti di toilet. Posisiku masih jauh dari sampai. Kini aku berada di Pasar PAL Kelapa Dua, sementara sekolahku berlokasi di Kelapa Gading. Aku terus melaju dengan kencang sambil berkelok ke kiri dan ke kanan menghindari angkot-angkot yang sudah beroperasi dan juga motor-motor milik orang-orang yang mempunyai nasib seperti aku sebagai seorang pekerja berkantor jauh. Aku ngebut kencang sekali. Tak heran, aku selalu terdepan di setiap ruas jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang spesial dari kejadian ini. Ketika aku mengebut saat itu, aku seperti memiliki energi dan indra keenam sehingga aku tak merasakan takut untuk mempercepat laju motor. Biasanya terdapat sebesit kekhawatiran ketika aku ngebut di jalanan. Khawatir akan apa yang akan aku hadapi di depan. Akan ada lubangkah, mobil berhenti mendadak, motor menyalip tiba-tiba, dan berbagai macam kekhawatiran lainnya. Ajaibnya, semua itu tak kurasakan pagi ini. Dan rintangan-rintangan dapat kuhadapi dengan tenang dan tak lama kemudian rasa mulesku hilang di tengah jalan, sementara energi tambahan dan indra keenamku masih ada hingga tiba di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya ini adalah yang dimaksud dengan penggunaan medan gelombang alpha pada otak yang tertulis di buku Quantum Ikhlas karya Erbe Sentanu. Di saat mengendarai motor, kali itu aku tanpa disadari lebih mengandalkan perasaan bawah sadar yang merupakan energi kekuatan terdahsyat yang mampu mempengaruhi hidup seseorang secara positif di mana manusia akan merasakan tentram, nyaman, sabar, dan bahagia. Sebaliknya hal-hal negatif berupa takut, marah, dendam, dan lainnya yang terdapat pada pikiran sadar atau gelombang betha tidak dirasakan oleh manusia jika kita sudah terbiasa tuning di gelombang alpha atau tetha. Subhanallah. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-3132594394698925168?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/3132594394698925168/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=3132594394698925168' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/3132594394698925168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/3132594394698925168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2007/11/energi-ajaib.html' title='ENERGI AJAIB'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-777020544015812301</id><published>2007-11-09T13:42:00.000+07:00</published><updated>2008-02-01T09:46:14.531+07:00</updated><title type='text'>Ketika Buku Dipercaya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ketika buku dipercaya.&lt;br /&gt;Sejenak ku berpikir apa yang aku bisa perbuat dan berikan untuk umat manusia di dunia. Terlalu muluk memang, tapi aku senantiasa menanyakan hal ini kepada diriku dengan harapan suatu saat sebuah ilham masuk ke hatiku untuk mewujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-temanku telah asyik memberikan karya terbaiknya pada dunia. Dunia, bukan hanya tanah airnya. Mereka melancong ke negeri seberang, negeri adikuasa, negeri penjajah tanah air (penguasa ekonomi di Indonesia), dan bahkan Timur Tengah. Dengan bangganya mereka menulis pengalaman mereka di negara tempat mereka mengabdi di milis. Mereka saling bertukar pikiran tentang wisata kuliner di negara masing-masing, saling membandingkan pelayanan KBRI, perlakuan pribumi kepada warga Indonesia, dan masih banyak lagi. Itu positif. Aku pun tak iri hati. Bahkan aku berterima kasih kepada mereka karena mau berbagi cerita tentang dunia lain yang tak pernah ku kunjungi. Walhasil, malah mereka membuatku termenung untuk selalu bertanya apa yang aku bisa perbuat sehingga dunia dapat merasakan karya terbaikku, sehingga saudara-saudaraku di luar sana mendapatkan manfaat dari jerih payahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekan ini, aku mendapatkan kesibukan sedikit dengan membaca buku “Quantum Ikhlas” karya Erbe Sentanu. Orang bilang buku ini sama dengan “The Secret”. Dijelaskan di situ bahwa setiap orang mempunyai energi yang luar biasa yang datang dari dalam perasaannya atau bawah sadar. Begitu dahsyatnya energi ini sehingga dapat mempengaruhi alam nyata. Manusia tinggal mencari tombolnya di gelombang otak di channel alpha atau bahkan tetha. Ketika tombol atau gelombang sudah ditemukan dari hasil latihan dan tuning setiap saat, seseorang bisa meng-afirmasi dan meng-visualisasikan keinginannya. Dan…… tidak ada yang tidak mungkin buat Tuhan (kata buku tersebut). Allah mengabulkan permintaan setiap hambanya. Hanya saja terkadang manusia tidak khusyuk dalam berdoa. Nah, dengan metode yang diajarkan di buku tersebut, dikatakan bahwa keinginan kita yakin terkabul, karena pada saat meng-afirmasi dan meng-visualisasikan keinginan (baca: doa) otak bekerja pada gelombang alpha yang tidak lain dan tidak bukan adalah suasana khusyuk. Untuk jelasnya silahkan baca buku “Quantum Ikhlas”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa hubungannya dengan karya terbaikku?&lt;br /&gt;Di sinilah aku menerapkan langkah-langkah yang diajarkan oleh Erbe Sentanu untuk berdoa kepada Allah SWT menanyakan dan memohon solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merenung di gelombang khusyuk sehabis jam kerja (perlu beberapa hari untuk menemukan gelombang tersebut). Lebih dari tiga puluh menit aku merenung. Tapi entah mengapa, seolah-olah aku menemukan jawabannya. Yakni menulis.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-777020544015812301?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/777020544015812301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=777020544015812301' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/777020544015812301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/777020544015812301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2007/11/ketika-buku-dipercaya.html' title='Ketika Buku Dipercaya'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-2946655376513720407</id><published>2007-10-10T13:53:00.000+07:00</published><updated>2007-10-10T13:56:58.171+07:00</updated><title type='text'>ALMAMATER</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/Rwx3deYBpOI/AAAAAAAAAAU/WB-KNDPpOLs/s1600-h/tn+pict.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5119598224667157730" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/Rwx3deYBpOI/AAAAAAAAAAU/WB-KNDPpOLs/s400/tn+pict.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Inilah sekolahku yang selalu menjadi inspirasi keberhasilanku.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-2946655376513720407?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/2946655376513720407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=2946655376513720407' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/2946655376513720407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/2946655376513720407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2007/10/almamater.html' title='ALMAMATER'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/Rwx3deYBpOI/AAAAAAAAAAU/WB-KNDPpOLs/s72-c/tn+pict.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225344733449447963.post-3499530369879085069</id><published>2007-10-10T13:16:00.000+07:00</published><updated>2007-10-10T13:25:21.740+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intro'/><title type='text'>ANTARA USAHA DAN TAKDIR</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/Rwxv9uYBpNI/AAAAAAAAAAM/zYoCQjMTHdE/s1600-h/puji+pict.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5119589982624916690" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/Rwxv9uYBpNI/AAAAAAAAAAM/zYoCQjMTHdE/s400/puji+pict.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;div align="justify"&gt;Hi! Nama lengkap saya &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Puji Triwidodo&lt;/strong&gt;. Saya adalah orang kecil yang ingin menjadi besar. Latar belakang keluarga saya biasa-biasa saja secara ekonomi dan keuangan, dan sepertinya demikian pula secara prestasi untuk dunia dan akhirat. Kami hidup sebagaimana orang-orang biasa dan sederhana lainnya hidup.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, saya telah mempelajari hidup ini dengan cara yang spesial yang membuat saya mengerti bahwa Allah SWT memberikan perspektif pada manusia untuk berusaha. Dan dari usaha itu akan diberikan hasilnya dengan sesuai, tanpa dikurangi sedikitpun. Perspektif itu ternyata harus digunakan. Dan Allah SWT menghendakinya. Untuk takdir adalah hal yang harus kita imani dan yakini sebagaimana kita meyakini hal lainnya yang ghoib, .... jin misalnya. Tapi itu bukan porsi perspektif manusia. Imani, hayati, agungkan Allah SWT sebagai Pencipta, tapi jangan dijadikan faktor pikiran. Itu porsi Yang Maha Kuasa. Fa idza azamta fa tawakal alaLLAH.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah blog ini ada untuk men-&lt;em&gt;share&lt;/em&gt; pengalaman dan motivasi untuk meraih rahmat Allah. Sukses dunia akhirat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selamat bergabung!! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225344733449447963-3499530369879085069?l=pujitriwidodo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/feeds/3499530369879085069/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8225344733449447963&amp;postID=3499530369879085069' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/3499530369879085069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225344733449447963/posts/default/3499530369879085069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pujitriwidodo.blogspot.com/2007/10/antara-usaha-dan-takdir.html' title='ANTARA USAHA DAN TAKDIR'/><author><name>Puji T</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_fFz9u0Ffq_o/Rwxv9uYBpNI/AAAAAAAAAAM/zYoCQjMTHdE/s72-c/puji+pict.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
